Hpi Bandung West Java – Indonesia Tourist Guide Association (ITGA)

Himpunan Pariwisata Indonesia DPD Jawa Barat

seorang pemandu lokal sedang menjelaskan proses pembuatan teh dihadapan tamu Singapura (Pabrik teh Subang Jawa Barat)

INFO SINGKAT TEH UNTUK BAHAN GUIDING

Tinggalkan komentar


Proses Produksi Teh Dari Awal Hingga Akhir
by Himpunan Pramuwisata Indonesia Jabar

Teh adalah jenis minuman yang sudah lama dikenal orang. Bahkan Meminum teh di pagi hari mungkin menjadi kebiasaan kita. Di berbagai negara, banyak dijumpai perkebunan teh, termasuk di Indonesia.

Indonesia termasuk salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Namun, tingkat konsumsi teh per tahunnya lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Untuk lebih mengenal proses pembuatan teh sampai ke tangan kita berikut prosesnya:

1. Proses Penanaman Teh (Tea Plantation) Tanaman teh merupakan tumbuhan berdaun hijau yang termasuk dalam keluarga Tumbuhan Camellia yang berasal dari Cina, Tibet dan India bagian Utara. Tanaman teh terutama tumbuh di daerah tropis dan memerlukan curah hujan hingga 1000-1250 mm per tahun, dengan temperatur ideal antara 10 hingga 20 °C. Pohon teh mampu menghasilkan teh yang bagus selama 50 – 70 tahun.

2. Pemanenan Daun Teh (Plucking)

Pemetikan dilakukan tergantung pada cuaca; tumbuhan baru dapat dipetik dengan interval 7 – 12 hari selama musim pertumbuhan. Pemanenan teh membutuhkan banyak tenaga dan tenaga kerja intesif . Teh yang benar-benar baik umumnya berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar. Untuk menghasilkan 1 pound (0,45 kg) teh berkualitas paling baik, diperlukan lebih dari 80.000 petikan. Pemetik teh, belajar mengenali dengan tepat pucuk daun mana yang harus dipetik. Hal ini penting, untuk memastikan kelunakan daun yang dipetik menghasilkan teh yang terbaik. Setelah pemetikan, daun teh dibawa ke pabrik untuk diproses lebih lanjut. Lokasi perkebunan teh pada umumnya berdekatan dengan pabriknya.

3. Tahap Pelayuan (Withering) Daun teh segar yang telah dipetik harus melalui tahap pelayuan. Pada tahap ini, daun teh dilayukan dengan melakukan pemanasan agar kadar air yang terkandung berkurang 65-70 persen. Pemanasan dilakukan dengan mengalirkan udara panas (bisa juga dijemur). Hal ini dilakukan agar daun teh dapat digiling dengan baik.

4. Tahap Penggilingan (Rolling) Selanjutnya, daun teh yang telah dilayukan masuk pada tahap penggilingan. Pada tahap ini, daun teh digiling untuk memecah sel-sel daun. Pemecahan daun teh disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan pasar. Daun teh ada yang digiling kasar dan ada yang digiling sampai menjadi serbuk.

5. Tahap Oksidasi (Oxidation) Daun teh yang telah digiling disimpan pada tempat atau ruangan khusus yang bersih dan bebas bau. Pada tahap ini, daun teh dibiarkan mengalami oksidasi. Enzim dalam teh akan bekerja dan membentuk warna, rasa, dan aroma teh.

6. Tahap Pengeringan (Drying) Daun teh selanjutnya dikeringkan. Pengeringan daun teh menggunakan mesin agar suhu yang dihasilkan stabil dan menghasilkan kualitas teh yang baik. Daun teh dikeringkan oleh mesin pengering dengan suhu sekitar 49°C kurang lebih selama 20 menit sampai kadar air dalam daun teh mencapai 2-3 persen.

7. Tahap Sortir dan Pengemasan (Sorting and Packaging) Selanjutnya, teh yang telah dikeringkan dikemas. Sebelum dikemas, dilakukan penyortiran teh, agar dapat dikemas sesuai permintaan pasar. (Ada yang dikemas dijadikan Teh Celup, Teh Saring, Teh Seduh, dll)

MANFAAT TEH DARI SUDUT PANDANG KESEHATAN
1.Memperlebar pembuluh darah
2.Menangkap fat atau kolesterol dalam darah dan membuangnya melalui saluran pembuangan.
3.Menghindari serangan jantung
4.Menghindari serangan stroke
5.Meningkatkan produksi Haemoglobin sbg zat pelarut udara dlm darah
6.Memperkuat gigi agar terhindar dari rapuh atau mudah goyang
7.Membunuh bakteri yg merugikan dalam pencernaan
8.Memiliki daya anti oksidan utk menetralisir toxic dalam darah
9.Bersifat antiseptik yg dapat digunakan utk menggantikan alkohol
10.Menghambat pertumbuhan kanker hingga 92%
11.Parameter kwalitas air. Untuk mengecek air dari pencemaran logam berat. Air jernih mentah dicampur dengan teh maka akan menghasilkan ragam warna. Bila berubah menjadi hitam, merah atau purple maka sudah dipastikan air itu mengandung logam berat. Untuk menguji apakah air itu tercemar bakteri maka air mentah dicampur dengan teh dan tunggu hingga beberapa hari apabila terjadi gelembung dan berawan putih maka sudah pasti air itu sudah tercemar bakteri yg berbahaya.

MANFAAT TEH DARI SUDUT PANGDANG KEPERCAYAAN
Orang Belanda menganggap selain memiliki manfaat kesehatan, teh juga dianggap memiliki manfaat lain:
1. Bila minum teh maka orang sedih akan menjadi ceria
2. bila minum teh maka orang hyperkatif akan menjadi berkurang tingkat hyperaktifnya
3. Bila minum teh orang yg kedinginan akan berasa hangat
4. Bila minum teh orang yg sedang gelisah akan menjadi tenang.

Meskipun teh ini baik dan memiliki keunggulan akan tetapi untuk penderita penyakit ginjal harus lebih sedikit bijaksana dalam mengkonsumsinya karena minum teh akan membuat ginjal bekerja 5 kali lebih keras dibandingkan minum air putih biasa.

Penulis: Hpi Bandung West Java - Indonesia Tourist Guide Association (ITGA)

THE ONLY TRULY LEGAL TOURIST GUIDE ASSOCIATION IN WEST JAVA PROVINCE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s