Hpi Bandung West Java – Indonesia Tourist Guide Association (ITGA)

Himpunan Pariwisata Indonesia DPD Jawa Barat


24 Komentar

MENILIK SELUK BELUK DUNIA PEMANDU WISATA SEBAGAI PEJUANG PARIWISATA CHAPTER 2 WRITTEN BY IWAN PARMAL SAPUTRA


Pemberitahuan !

Sehubungan tulisan di bawah ini merupakan sebuah kajian yang cukup menjelimet dan bukan sembarang tulisan maka dari itu saya sarankan anda mengikuti semua langkah-langkah tata cara sebelum membacanya agar dapat memahami dan menyelami tulisan ini. Tata caranya sebagai berikut:

1. tutup jendelaa rapat rapat
2. jangan tertawa cekikik cekikikan
3. tubuh kita harus sedang segar alias sudah mandi dan gosok gigi, spy tdk mengganggu tetangga
4. jangan kentut selama membaca sebab dapat mengganggu konsentrasi dan meracuni otak
5. jauhkan diri dari benda benda yang berbahaya seperti petasan dan mercon
6. matikan handphone meski sudah janjian sms-an dengan pacar
7. berdoa dulu dengan khusuk agar tidak diganggu syeitan
8. doakan saya agar dapat banyak job hehehehe (yang ini berdoanya mesti lebih khusuk and jangan lupa kata “Amien”-nya yang agak panjang biar mudah dikabul).

Baiklah jika semua tahapan di atas sudah dipenuhi mari kita mulai “Let’s get it on”

TAHAPAN TAHAPAN KERJA PEMANDU WISATA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS

Bentuk pelayanan pemandu wisata umumnya di bagi menjadi 3 tahapan:

A. Pra Tour
B. Tour
C. Paska Tour

Tahapan tahapan tersebut di atas mesti dilalui secara seksama, sebab masing masing tahapan memiliki kaitan satu sama lain, dengan kata lain keberhasilan memanage suatu tahapan akan menentukan keberhasilan tahapan selanjutnya. Kita ambil perumpamaan apakah mungkin suatu pekerjaan dapat dilakukan tanpa melalui perencanaan, jawabnya tentulah tidak mungkin. Nah begitu pula dengan tour tidak mungkin tiba tiba terjadi begitu saja akan tetapi harus melalui tahapan rencana, yaitu kegiatan kegiatan yang dilakukan pada tahapan pra-tour. Baiklah sekarang kita bahas satu persatu.

A. PRA-TOUR adalah aktifitas aktiftas yang dilakukan sebelum tour dimulai, waktunya bisa jauh hari sebelumnya atau pun dekat, disini yang terpenting adalah tersedianya kecukupan informasi tetang apa yang akan dilakukan pada saat tour nanti. Kegiatan itu sendiri menjadi tugas dua pihak. Pihak tour and travel yang mempekerjakan kita dan pihak tour guide yang nantinya akan melaksanakan keseluruhan tour di lapangan. Baik sekarang kita lihat apa yang mesti dilakukan oleh masing masing pihak:

• Tour and Travel Agent :
Tour dan travel agent wajib mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi domainnya, al:

a. mempersiapkan semua dokument yang diperlukan oleh guide dalam menjalankan tugasnya. Dukument tersebut sebaiknya sudah bersifat final untuk berbagai pihak baik itu bagi tamu, tour and travel agen maupun tour guide agar masing masing mendapat kepastian dalam berbagai hal.
b. Menyiapkan kamar hotel yang dipesan tamu,
c. Menyiapkan transportasi sesuai dengan kriteria yang dijanjikan kepada tamu.
d. Menyiapkan Tour guide sesuai dengan spesifikasinya.
e. Menyelesaikan pembayaran guide fee sesuai dengan standard guide fee yang ditentukan oleh pihak asosiasi pemandu wisata.

Tour Guide :

a. Menemui tour and travel agent : Memenuhi panggilan tour and travel agent yang mempekerjakan kita. Ini gunanya adalah untuk mengetahui apa dan bagaimana tugas yang akan kita terima. Di sini dapat diketahui apakah group atau kah individual tourist, berapa lama perjalanan, dimana saja perjalanan itu dilakkukan, jenis restorannya seperti apa. Dengan berkonsultasi dengan agent, kita akan dapat penjelasan seperti apa nanti pelayanan tour yang diinginkan baik oleh travel aget itu ataupun tamu. Untuk kehati-hatian hendaknya, janganlah ragu untuk menanyakan hal yang meragukan guna menghindari misunderstanding, sebagai contoh apakah tamu merupakan VVIP, ada special request atau tidak, apakah tamu sudah bayar full atau tidak, apakah suatu objek wisata dapat dikunjungi atau tidak?

b. Memberikan Advice : Sering terjadi program yang dibuat oleh tour and travel tidak sesuai dengan praktek di lapangan, baik karena masalah ketersedian waktu medan perjalanan atau pun kondisi objek wisatanya sendiri. Di sini guide punya peranan memberikan advice yang terbaik, apakah tour itinerary harus mengalami perubahan sedikit saja atau mengalami perombakan secara keseluruhan.

c. Konfirmasi : Meyakinkan kepada tour and travel bahwa kita memang merupakan orang yang tepat dan bersedia melaksanakan tugas sesuai dengan program yang ada.

d. Sudah menjadi kebakuan jika pada tahap ini tour guide akan meminta beberapa dokument perjalanan yang akan dijadikan pegangan untuk memudahkannya dalam menjalankan tugas. Document itu antara lain:

1. Tour itinerary,
2. Rooming list,
3. voucher hotel
4. voucher lainnya,
5. Tour Expenses sheet (lembaran biaya tour)
6. paging nama tamu,
7. surat jalan/ surat tugas bila ada,
8. Commentary atau evaluation sheet,
9. Tour Invoice (kwitansi pembayaran semua biaya tour yang harus dilunasi tamu-bila tour and travel meminta guide untuk menagihkan pembayaran yang belum tuntas).
10. Nomor contact person bila ada seperti, contoh: nomor telepon, restoran, sopir yang akan membawa bus, tour operator yang memberi tugas, dan nomor nomor lainnya yang kita anggap penting.

11. Menerima pembayaran guide fee yang sesuai baik itu cash ataupun transfer. Perlu diingat bahwa pembayaran harus sudah diterima sebelum tour berlangsung.

e. Personal Preparation: Bilamana urusan dengan tour and travel agent sudah selesai maka tugas guide selanjutnya adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan tour yang akan dijalankannya, dalam hal ini yang paling umum adalah:

1. Mempelajari alat bantu seperti peta. Peta tidak hanya berguna untuk kita (tour guide dan driver) akan tetapi berguna juga bagi tamu yang ingin mengetahui jalan jalan yang akan dilalui sekaligus dapat digunakan sebagai alat peraga,
2. Mempersiapkan alat tulis. Alat alat ini berguna untuk mencatat hal hal penting seperti: pengeluaran pengeluaran keuangan yang kelak akan dilaporkan kepada travel agen, dan untuk menandatangani beberapa dokument, biasanya saat check in hotel, dll,
3. Menyiapkan atau membuat tour guide program. Ini adalah sebuah dokument detail yang dibuat guide yang berisi tentang highlight informasi yang akan disampaikan kepada tamu. Contohnya jalur jalur mana yang akan dilalui, sejarah apa yang akan disampaikan, gedung gedung apa yang akan ditunjukkan, gunung gunung apa yang akan diijelaskan, dsb. Dokument ini hendaknya mengacu pada itinerari agar semua informasi bersifat lengkap dan teratur tidak tumpang tindih. Dengan kata lain tour guide program adalah rincian dari tour itinerary.
4. Menyiapkan perlengkapan sehari hari seperti, tanda pengenal tour guide resmi, pakaian yang cukup, topi, handphone, charger, camera bila perlu, obat obatan, tas yang kedap air untuk menyimpan dokument dan uang keperluan tour,
5. Menghubungi perusahaan transport atau supir agar mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin, dan membuat perjanjian bertemu di suatu tempat.

B. TOUR adalah suatu kegiatan pemenuhan dari rencana kunjungan yang sudah ditentukan dalam itinerary. Persisnya di sini guide wajib melaksanakan semua yang tertera dalam itinerary tersebut. Untuk keperluan itu maka guide harus sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin di tahapan pra-tour. Tugas tugas guide dalam tahapan tour ini lebih rumit dibandingkan dengan Pra-tour, akan tetapi hal itu akan menjadi mudah bila semua rencana dan persiapan kita buat benar benar tidak memiliki banyak kesalahan. Baik buruknya sebuah persiapan dapat diuji dengan tahapan tour ini. Baik kita mulai saja tahapan tahapan apa saja yang harus dilalui guide dalam tour ini.

a. Meeting Service: adalah sebuah kegitan pertemuan pertama kali antara guide dan tamu atau wisatawan. Pertemuan ini dapat dilakukan di berbagai tempat, bisa di Airport, Station Kereta Api, Station Bus, Hotel, di pelabuhan, dll. Dalam hal ini guide harus dapat dengan pasti menentukan meeting point dan mempelajari sebelumnya situasi meeting point tersebut, apakah cocok, nyaman atau berbahaya bagi keselamatan tamu. Yakinkan bahwa kita harus tiba lebih awal di tempat tersebut selain untuk menghindari keterlambatan juga berguna untuk memperlajari sistuasi meeting point tersebut dan mengecek sound sistem yang ada di bus. Bila sudah saatnya maka kita segera munuju pintu keluar tamu dengan membawa paging paper yang tertulis nama tamu atau group yang akan kita bawa, gunanya adalah untuk memudahkan tamu mengidentifikasi kehadiran kita. Bila sudah bertemu maka ucapkan kata selamat datang dan perkenalkan diri kita dengan bahasa yang sopan dan senyum yang ramah. Setelah itu arahkan tamu ke tempat yang lebih nyaman (meeting point), khusus untuk group maka yang harus ditemui adalah Tour Leader/tour manager dari group tersebut. Yakinkan bahwa semua tamu sudah hadir sesuai dengan jumlahnya. Sementara bertemu kita hubungi sopir untuk memarkir di tempat yang telah disepakati. Setelah siap maka bawa group ke tempat dimana bus itu berhenti atau bus menjemput tamu di tempat yang telah ditentukan.

b. First Lugage Handling: bila tamunya group maka sebelum naik ke bus persilahkan untuk mengumpulkan semua tasnya untuk dihitung dan dimasukkan kedalam bagasi. Persilahkan tour leader untuk meminta tamu masuk ke bus dan mengosongkan dua kursi terdepan tempat duduk guide dan tour leader. Sementara mereka masuk ke bis, kita hitung dan masukkan tasnya ke dalam bus. Jumlah total tas mesti diberitahukan kepada tour leader dan hasilnya kita catat sebagai dokumen.
c. Transfer in : ini adalah kegiatan membawa tamu ke suatu tempat dimana nanti mereka akan beristirahat dan bermalam. Tempatnya bisa hotel, apartment, motel, homestay, logement, dll sesuai dengan itinerary. Setelah tamu tadi memasuki bis baru lakukan penghitungan peserta di dalam bus, caranya dengan melihat kursi yang kosong. Logikanya seperti ini, umumnya guide sdh mengetahui berapa kapasitas sitter atau kursi yang ada di dalam bus yang akan kita gunakan, jadi jumlah peserta dapat diketahui dengan cara mengurangi jumlah total kursi yang ada dengan kursi yang kosong. Mesti diperhatikan jumlah tamu tidak boleh melebihi apa yang tercantum dalam rooming list yang kita pegang bila ada kelebihan orang berarti akan ada masalah besar nanti. Masalah ini akan terjadi bila memasuki restaurant dan pada saaat check in hotel. Yakinkan pula kepada tour leader siapa yang harus membayar porter bila menggunakan jasa porter. Bila semua proses in telah dilalui selanjutnya kita mesti melakukan sebuah Introduction sebagai sebuah keharusan.

d. Introduction : adalah tahapan paling penting dimana guide menyampaikan pertama kalinya kepada tamu tentang siapa kita dan untuk apa kita disana. Banyak cara untuk melakukan sebuah introduksi, namun yang paling umum adalah mengucapkan selamat datang, memperkenalkan diri, nama sopir dan kernet. Pada tahap ini kita harus meyakinkan kepada tamu bahwa kita ini adalah orang yang tepat bagi mereka yang ditugasi membantu perjalanan dari awal sampai selesai dengan aman dan nyaman. Setelah selesai maka kita harus menyampaikan secara singkat program program yang ada dalam itinerary dan menyampaikan pula apa apa yang include dan yang exclude dalam paket yang mereka beli. Setelah tahap ini selesai jangan lupa pula untuk menyampaikan penjelasan tentang perbedaan waktu (time zone difference), penggunaan mata uang lokal secara baik dan terakhir adalah penjelasan tentang “ the do and the doesn’t” hal hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama tour. Introduksi yang baik adalah yang dapat menyerap perhatian dan dimengerti semua tamu dan menghilangkan jarak antara guide dan tamu, dengan kata lain melalui introduksinya seolah olah tour guide dan tamu kenal sudah lama, dekat atau akrab. Introduksi seperti ini pasti akan sangat sulit dilakukan oleh guide guide pemula, hanya guide yang sudah professional yang dapat melakukannya, sebab pengalaman telah menjadikannya murid yang terbaik.

e. Presentation : adalah bentuk penyajian informasi yang dibutuhkan wisatawan. Sebelum memulai yakinkan dulu apakah suara kita terdengar atau tidak oleh tamu yang duduk di belakang. presentasi ini dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

1. presentasi general : ini biasanya dimulai dengan informasi yang lebih umum untuk memberikan gambaran tentang negeri kita dan sekaligus memberikan ruanglingkup informasi yang akan diberikan. Bila telah selesai maka beri ruang kepada tamu untuk melakukan tanya jawab apakah dapat dimengerti atau tidak dimengerti, ada pertanyaan atau tidak.
2. presentasi khusus : ini biasanya dilakukan apa bila kita memasuki sebuah kota. Disini dapat dijelaskan keunikan kota tersebut mulai dari nama kota arti yang tersirat dari nama kota itu, julukan kota itu, ketinggian, jumlah penduduk, komposisi penduduk, matapencaharian, curah hujan, temperature dan sejarah kota itu sendiri. Data data yang disampaikan biasanya bersifat statistik.

3. Presentasi spontan : ini adalah penjelasan mengenai apa apa yang dijumpai di jalan selama tamu berada dalam kendaraan, contohnya: gedung gedung, gunung gunung, sawah, ladang, pasar tradisional, sekolah, tipe tipe kendaraan, kebiasaan penduduk dll. Presentasi ini adalah yang paling terumit diantara yang lainnya karena diperlukan ketajaman dalam menyesuaikan topik pembicaraan yang pas dengan minat wisatawan (di sinilah perlunya kita mempelajari cultural background dan karakter negara asal tamu). Selain itu diperlukan wawasan yang luas tentang banyak hal, contohnya informasi berkenaan dengan sisitim pendidikan, kebiasaan sehari hari penduduk, pertanian, adat istiadat, dll. Tak jarang begitu banyak pertanyaan yang diajukan tamu dalam sesi ini sebab itu tour guide mesti pandai pandai menangkap pertanyaan dan pandai memilih jawaban yang terbaik. Jawaban yang baik adalah yang langsung pada jantung permasalahan artinya tidak memutar mutar sehingga membingungkan tamu. Jawaban yang baik adalah jawaban yang sesuai dengan jenis tamu, jawaban untuk tamu biasa hendaknya tidak diberikan jawaban untuk mahasiswa, begitu pula sebaliknya. Untuk dapat melakukan itu semua tentunya kita mesti banyak belajar, baik itu dari segi informasinya maupun dari teknik penguasaan bahasa. Tentulah berbeda antara gaya bahasa berbincang bincang biasa dengan gaya bahasa menjelaskan.

4. Continuous presentation : ini adalah sebuah presentasi yang sambung menyambung, layaknya membaca sebuah buku (bab per bab, halaman per halaman). Biasanya presentasi ini disajikan untuk overland tour yang memerlukan waktu berminggu minggu. Informasi yang disampaikan hendaknya dimulai dari yang paling umum kemudian menuju ke bagian yang khsusus dengan tahapan tahapan yang teratur atau kronologis. Sebagai contoh informasi bagaimana cara menanam padi maka harus dijelaskan dari awal pada saat pertama kita menjumpai suatu daerah yang sedang melakukan penyemaian bibit padi, pengolahan tanah, penanam, penyiangan, pemupukan sampai proses akhir panen, penjemuran dan proses pengheleran. Ending dari setiap informasi sebaiknya sesuai dengan apa yang dibicarakan disertai objek faktualnya. Bentuk informasi continuous ini adalah bentuk yang paling membuat ngeri semua pemandu wisatawan karena dia harus terus menerus menyampaikannya tanpa kehabisan materi. Di atas adalah salah satu contoh saja dari continuous presentation, masih ada segudang materi yang dapat dijadikan pembahasan seperti contohnya: bentuk negara Indonesia, dapat dimulai dengan kata Indonesia itu sendiri, yang awalnya bernama nusantara, kemudian berganti Indonesia, sejarah raja raja masa lalu, masa Belanda atau masa sebelum kemerdekaan, masa pendudukan jepang, agresi Belanda ke satu dan dua, kemerdekaan, era sejarah mengisi kemerdekaan, pergantian pemerintah, era demokrasi sekarang. Dengan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa pekerjaan tour guide itu tidaklah mudah seperti yang digambarkan orang.

f. Photo stop : tidak jarang dalam perjalanan kita temui tamu meminta sesi untuk photo stop. Photo stop ini adalah suatu kegiatan yang dilakukan di tengah tengah perjalanan untuk memberi kesempatan bagi tamu untuk mengambil gambar guna dokumentasi mereka dan sekaligus memberi kesempatan untuk rehat sejenak meluruskan kaki mereka setelah sekian lama duduk di dalam bus. Tour guide di sini mesti terlebih dahulu mengumumkan dimana dan berapa lama photo stop itu akan dilakukan. Perlu dicamkan bahwa hendaknya photo stop itu dilakukan di tempat yang benar benar aman, nyaman dan indah.

g. Toilet stop : perjalanan jauh mesti harus ada toilet stop, ini adalah kegiatan memberikan kesempatan kepada tamu untuk melepas beban. Yang perlu diperhatikan di sini adalah tour guide mesti mengumumkan lebih awal dimana, kapan dan berapa lama waktu toilet stop itu. Tempat yang dipilih mestilah bersih dan ada tempat untuk mereka rehat minum kopi atau teh, sebab tak jarang orang yang ingin mencicipi jajanan ringan.

h. Check in service : ini adalah kegiatan untuk memasukkan tamu ke hotel yang telah ditentukan. Prosesnya tidak rumit namun diperlukan extra hati hati karena sering kali terdapat masalah jika tidak ditangani dengan hati hati. Untuk tamu FIT atau individual sangat lah mudah, kita tinggal menelepon hotel terlebih dahulu dan mengabarkan waktu kedatangan kita, kepada front officer diminta untuk menyiapkan segala sesuatunya. Setelah tiba di hotel tamu diminta mengeluarkan passport dan menandatangani check in form. Untuk tamu group jauh lebih rumit kita mesti menghubungi pihak hotel jauh jauh sebelumnya dan menyakinkan mereka harus sudah siap segala sesuatunya bila kita tiba pada waktu yang ditentukan. Di sini kita minta hotel officer untuk menyiapkan kamar sesuai dengan permintaan tamu, misal ingin semua satu floor dsb, kedua meminta semua kunci disusun sesuai dengan jenis kamar dalam urutan yang rapih, ketiga minta disiapkan welcome drink apabila memang hotel menyediakannya. Sesampainya di hotel tamu dipersilahkan untuk duduk duduk sambil menikmati welcome drinknya. Kita meminta tour leader untuk mengurusi check in dan membagikan kunci kepada tamu sebab dia yang kenal baik siapa siapa orang yang akan menghuni kamar sesuai dengan tipenya, sementara itu kita menguruskan lugage/ tas tamu. Bila semua telah selesai tunjukan kepada tamu lift atau tempat untuk makan pagi berikut penjelasan tentang breakfast voucher dan waktu breakfastnya. Yang terakhir jangan lupa berdiskusi dengan tour leader tentang jam berapa wake up call dan tour keesokan harinya. Sebelum kita meninggalkan lobby atau istirahat hendaknya kita minta lembar copy rooming list kepada front officer sambil meminta agar bellboy sesegera mungkin memasukkan tas ke masing masing kamar.

i. Lunch atau dinner transfer service : ini merupakan sebuah pelayanan reguler yang mesti dilakukan oleh seorang tour guide dalam melakasanakan tugasnya. Untuk keperluan ini seorang tour guide hendaknya memiliki banyak nomor nomor restaurant dan mengetahui kualitas serta keunikan masing masing restaurant tersebut, al: design interiornya, tingkat kebersihannya, speciality menunya, pelayanannya, tempat parkirnya, toiletnya dan mushalanya, ketepatan jarak dan lokasinya. Masudnya tepat di sini adalah sesuai waktunya dengan makan siang atau makan malam. Seringkali terjadi keterlambatan makan karena tidak mengenal lokasi menyebabkan semua menjadi berantakan begitu juga kedatangan lebih awal menyebabkan selera makan tamu menjadi sedikit berkurang, akibatnya feedbacknya kurang baik. Perlu diingat restaurant adalah sebuah representasi dari keunikan penduduk local dengan menyantap makanan local bisa diketahui kebiasaan penduduknya, rumah tradisionalnya, tata hidangnya dsb. Maka dari itu tak heran restaurant menjadi sebuah objek yang menarik untuk diabadikan dalam camera. Baik , jika telah memahami semua itu kita mulai dengan tugas guide yang berkenaan dengan pelayanan ini. Umumnya tour guide sudah harus punya bayangan dimana kita akan makan dan memperkenalkan atau mendeskripsikan seperti apa keunikan dan dan kualitas restaurant seperti di atas, juga jangan pernah lupa menyampaikan menu apa yang akan disantap di restaurant itu, serta di mana arah toilet dan mushala. Masing masing menu perlu kita jelaskan di bus agar tamu mempunyai bayangan dan tidak akan begitu banyak pertanyaan bila sudah sampai di restaurant. Guide biasanya jauh jauh hari sudah booking atau reserve agar tidak kehabisan tempat, meskipun sudah reserve, 2 jam sebelum kedatangan kita harus mengontaknya kembali agar punya persiapan yang cukup dalam melayani kita. Pengalaman sering mengajarkan keterlambatan service bukan karena restonya tidak sigap akan tetapi pemberitahuan mendadak yang membuat mereka tidak punya cukup waktu menyebabkan tamu harus berlama lama menunggu. Hal ini sangat berbahaya sebab satu orang kesal akan mempengaruhi yang lain. Setibanya di restaurant persilahkan tamu untuk menduduki tempat yang sudah direserve atas nama kita, setelah itu minta pihak restaurant untuk mengeluarkan semua menu. Tugas guide sekarang adalah memastikan bahwa semua pesanan masuk ke meja masing masing secara sama rata, maksudnya tidak berlebih di suatu tempat dan berkurang di tempat lain. Hal ini pun berbahaya dapat menimbulkan komplain besar bila terjadi kekurangan di satu table. Setelah selesai sampaikanlah kepada tamu bahwa semuanya sudah masuk dan disampaikan pula jika ada tambahan seperti softdrink atau lainnya di luar budget kita untuk diselesaikan masing masing. Setelah selesai kita sampaikan kepada tamu bahwa tour guide akan makan di table yang berbeda dan jika ada permintaan sesuatu jangan ragu untuk menghubungi tour guide. Bila semua selesai yakinkan bahwa mereka tidak melupakan barang barang mereka. Tour guide mesti menjadi orang terakhir mengecek barang barang tamu. Setelah selesai baru kita lakukan pembayaran.

j. Museum assistance service : tour guide adalah orang kepercayaan yang nanti akan paling diandalkan oleh tamu dalam setiap kunjungan termasuk kunjungan ke museum; oleh karena itu dia mesti mengetahui cara yang palling efective dalam melakukan guiding di sebuah museum agar semuanya teratur dan tidak bergerombol. Yang paling penting dikuasai oleh pemandu wisasata adalah mengetahui urutan atau kronologis ruangan. Kenapa mesti demikian, karena di manapun museum akan menerapkan tata ruang seperti itu sesuai dengan babakan sejarahnya. Ke dua dia mesti mengetahui item items yang menjadi highlight di setiap ruangan karena tidak mungkin kita menjelaskan semua yang ada di museum karena keterbatasan waktu. Baiklah untuk singkatnya kita lihat teknik apa yang dapat kita gunakan dalam memandu tamu di museum.

Teknik pemanduan di museum dibagi kedalam 3 cara berdasar jumlah tamunya:

1. FIT asisitance : ini lebih mudah untuk mengaturnya sebab tidak begitu bayak orang yang mesti kita kelola, akan tetapi dia juga sangat menantang sebab tamu akan banyak menanyakan berbagai pertanyaan, jadi siap siaplah dengan segala resiko bila kita tidak dapat menjawab pertanyaan tamu. Yang dapat kita lakukan di sini dan dalah menyampaikan sejarah, menjelaskan aturan aturan aturan di museum dan menjelaskan museum dengan langsung membawa tamu keruangan berdasar urutan seperti di atas.

2. Group asisitance :
a. self-handling : Tamu group akan dirasa lebih sulit dalam pengaturan karena selain banyaknya peserta juga biasanya masing masing sering memisahkan diri karena perbedaan interest. Untuk itu jauh jauh sebelumnya kita dalam bus kita harus sudah dapat menerangkan dengan jelas sejarah kronologi, urutan ruangan beserta apa yang akan dapat dilihat, serta durasi kunjungan di museum itu, sehingga bila terpisah pun tidak menjadi masalah sebab mereka sudah terbekali dengan informasi.
Yang perting perlu diingatkan kepada tamu ialah tentang aturan aturan setempat misalnya larangan penggunaan kamera, larangan suara gaduh, pintu keluar, meeting point dsb. Setelah semua informasi di sampaikan maka persilahkan tamu memasuki museum berdasarkan urutan ruangan masing masing. Guide di sini berada paling depan bertugas mendetailkan informasi yang disampaikan di bus sampai semua ruangan yang dianggap penting dikunjungi selesai. Perlu diperhatikan di sini guide harus selalu mengingat waktu dan menghindari terganggunya tamu lain sebab biasanya tamu sering membentuk kerumunan yang dapat menghalangi jalan bagi pengunjung lain. Tour guide dapat men-skip beberapa ruangan bila tidak punya cukup waktu, namun yang menjadi daya tarik khusus mestilah tidak dilewatkan. Bila semuanya telah selesai ingatkan tamu agar tidak tertinggal barang barangnya di museum, selanjutnya persilahkan tamu untuk memasuki bus dan melajatkan perjalanan.

b. Local Guide Assistance : sudah menjadi hal umum bahwa biasanya dalam setiap museum terdapat guide local yang bertugas membantu tamu tamu yang berkunjung, namun suatu kenyataan pula bahwa mereka kaum professional yang bekerja berdasarkan bayaran (apakah ada budget untuk bayar mereka atau tidak). Untuk itu untuk rombongan yang berjumlah sangat banyak mesti dipecah menjadi beberapa kelompok kecil. Gunanya adalah agar tamu betul terinformasi dan tidak mengganggu tamu lain. Peranan tour guide di sini adalah bekerja sama dengan local guide dan mendiskusikan durasi kunjungan dan apa yang menjadi minat wisatawan. Bila telah sepakat maka perkenalkan masing masing guide dan bentuk kelompok kelompok kecil sesuai dengan jumlah guide local.

k. Lugage Down Service : ini adalah sebuah bentuk pelayanan yang diberikan pihak hotel dalam memudahkan tamu untuk menurunkan barang barangnya pada saat hendak check out. Biasanya tas tas tamu disimpan didepan pintu kamar untuk selanjutnya dibawa oleh roomboy untuk dikumpulkan di depan lobby. Perlu diperhatikan agar semua tas sudah bertag atau diberi nama sesuai dengan pemiliknya sehingga memudahkan tour guide dalam mengidentifikasi tas tas tersebut pada saat melakukaan perhitungan cara yang terbaik dalam service ini adalah mencocokkan tas tersebut sesuai dengan rooming list. Artinya dalam kamar nomor sekian terdapat berapa tas dengan nama yang sesuai dengan didaftar. Setelah jumlahnya diketahui baru diberitahukan kepada tour leader atu tour manager. Jangan lupa kita harus mencatatnya dalam lembaran khusus atau bisa langsung di atas lembar copy rooming list gunanya sebagai bukti bila nanti diperlukan.

l. Check Out Service : check out service adalah suatu kegiatan yang dilakukan pada masa hendak meninggalkan hotel. Pada tahap ini tour guide mesti berhati hati untuk menghindari kemungkinan buruk yang bakal terjadi, seperti tertinggalnya barang barang. Agar proses check ini berjalan lancar maka malam sebelumnya tour guide harus sudah mengumumkan tentang tata cara check out besok pagi. Misalnya jam berapa wakeup call, lugage down service, breakfast dan check out time. Dengan demikian tugas kita besok pagi akan menjadi ringan. Pada saat tamu breakfast kita mesti mengurusi tas tas tamu seperti yang disebutkan dalam bagian lugage down service di atas. Setealh selesai baru kita taruh di depan atau pintu keluar lobby. Bila waktunya hampir tiba maka minta tour leader untuk mempersilahkan satu persatu tamu mengidentifikasi barangnya masing masing. Barang yang sudah diidentifikasi dipisahkan lalu dimasukkan dengan demikian kita akan yakin sepenuhnya bahwa semua barang sudah kita tangani. Jangan sampai lupa ingatkan tour leader untuk tidak lupa memberikan tip kepada porter bila itu merupakan tanggung jawab pihak tour leader. Bila semuanya sudah beres maka kita masuk bus lalu mengumumkan untuk mengecek passport beserta deparrture card, dompet, handphone, perhiasan, obat obatan, dll. Ingatkan pula agar tidak lupa mengembalikan kunci kamar dan membereskan pembayaran personal bill bila terlupa. Hal ini sangat penting sebab bila terlupa maka tagihannya akan dialamatkan ke kantor tour and travel agent yang mempekerjakan kita, tentu ini akan menjadi masalah besar nantinya. bila semua dirasa sudah ok maka minta lah izin kepada tour leader apakah kita siap untuk meninggalkan hotel. Bila ya maka bus segera melaju menuju airport.

m. Closing Statement : jika ada salam perkenalan tentulah ada salam perpisahan. Tugas tour guide dalam hal ini adalah mereview semua tempat tempat yang telah dikunjungi dan yang telah menjadi minat mereka. Hal ini gunaya untuk mengetahui feedback dari mereka sejauh mana kepuasan mereka. Bisa kita tanyakan tempat tempat mana yang paling berkesan dan tempat mana yang kurang berkesan, mulai dari objek wisata, hotel, restoran sampai kepada cara kita guiding dan cara driver mengemudikan kendaraan. Tentulah tiada gading yang tiada retak maka sepatutnya tour guide menyampaikan closing statement dengan mengucapkan rasa terimakasih yang tinggi dan permohonan maaf sebesar besarnya bila ada kelalaian ataupun service yang kurang memuaskan. Diakhir sekali kita mesti katakan mudah mudahan dengan tour ini tamu akan mendapatkan sesuatu yang berharga dan dapat menjadikan pemicu dalam mencapai kesuksesan.

n. Airport checkin service : bila tour guide diperbolehkan masuk ke dalam airport maka dia harus berupaya membantu proses check in bila tidak maka hendaknya disampaikan dengan lemah lembut dan permohonan maaf tidak dapat membantu ke dalam karena tidak mendapatkan izin. Meskipun demikian kita hendaknya dapat memberi informasi apa yang mesti dilakukan di dalam pada proses check in. Sebaliknya bila kita dapat masuk maka kita mesti membantu dengan cara sebagai berikut. Persilahkan tour leader untuk mengumpulkan semua passport tamu lalu kita bawa pintu utama check in. Di sini biasanya ada petugas yang melakukan pengawasan, beritahukan kepada dia bahwa kita akan membantu proses check in group kita. Bila group kita harus sudah antri dengan rapih maka kita hanya menunjukkan rombongan kita dari awal sampai ujung antrian group kita. Jika tidak antri maka kita mesti menunjukkan satu persatu dan ini sangatlah sulit dan tidak efektif sebaiknya yang kedua ini dihindari. Setelah itu persilahkan masing masing peserta untuk meletakkan luggage dan barang barang lainnya pada roda berputar untuk discan dengan x-ray. Giring mereka ke check in desk sesuai dengan maskapai dan nomor pesawat yang tertera dalam tiket. Kemudian kumpulkan tas mereka semua didepan check in desk. Beritahukan kepada petugas bahwa kita akan melakukan grouped check in dan semua tas dilabel atas satu nama (sebaiknya pergunakanlah nama Tour leader bila semua tiket dipesan dalam satu booking code, bila ada dua booking code maka sebaiknya semua tas dibuat dalam dua nama ). Setelah itu serahkan semua passport kepada petugas chek in. Petugas akan mencatat nama nama yang tertera di passport untuk disesuaikan dengan boarding pas yang nanti akan dibuat. Setelah boarding pas selesai barulah kita bayar airport tax sesuai dengan harga dan jumlah tamu. Hitung kembali semua passport sesuai dengan jumlahnya. Setelah itu masukkan tas satu persatu ke atas roda berjalan untuk ditempeli label nama dan nomor penerbangan. Pada saat ini kita harus memperhatikan jangan sampai tas tertukar dengan punya orang lain. Setelah semua selesai mintalah lugage claim (stiker kecil sebagai barang bukti barang kita) sesuai dengan jumlah tas yang masuk. Bila semuanya selesai persilahkan tamu semua untuk mengambil passport bersama boarding passnya di tour leader, lalu bimbing dan persilahkan tamu tamu untuk memasuki immigrasi selanjutnya menuju waiting room. Jangan lupa mengucapkan selamat jalan
,…..END OF SERVICE………

C. Paska Tour

Paska tour adalah suatu hal yang menyenangkan karena kita telah selesai menunaikan tugas kita dengan baik. Meskipun begitu jangan lupa kita masih memiliki kewajiban atau tugas lain yaitu:

a. Membuat laporan keuangan tertulis yang ditandatangani dan dilengkapi dengan bukti bukti seperti tiket tiket dan kwitansi kwitasi, dsb. Laporan yang baik harus mencantumkan nama tour anda travel yang mempekerjakan kita, group, negeri asal tamu, program tamu (misalnya Jakarta Bandung Jakarta 4 days 3 nights), jumlah peserta, tanggal tour, nama guide dan driver. Di dalam laporan itu disajikan berapa jumlah tour expenses (biaya tour baik itu cash atau pun transfer) yang kita terima dan jumlah seluruh rincian pengeluaran selama tour. Angka angka pengeluaran mestilah dicatat dengan rapih dan menggunakan teknik perhitungan yang sangat sederhana agar mudah dimengerti. Semua pengeluaran yang ditulis hendaknya didukung oleh bukti bukti yang ada. Penyajian laporan tertulis yang rapi memiliki efect yang bagus bagi pembuatnya karena semakin rapih semakin mencerminkan sifat kinerja si pembuat laporan. Sedang laporan yang berbelit belit, banyak coretan, kotor dan susah difahami mencerminkan pula sifat kinerja kita di mata penerima laporan.

b. Menyampaikan feedback tamu: bila dari awal kita diberi dokument commentary sheet maka commentary yang diberikan kepada tamu untuk diisi (biasanya pada malam sebelum check out) itulah yang dilaporkan kepada tour and travel agen, bila tidak maka harus secara jujur kita sampaikan kepada agen baik itu pujian maupun keluhan tamu. Hal ini sangat penting karena merupakan bahan untuk evaluasi perbaikan di masa mendatang. Yang paling akhir jangan lupa sampaikan rasa terimakasih atas kepercayaannya dan kerjasamanya kepada tour and travel agent yang bersangkutan.

c. Self Evaluation : mengkaji ulang kembali apakah kita sudah mengalami kemajuan atau belum, informasi informasi apa yang kurang dan teknik teknik apa yang mesti diperbaiki dan dikembangkan.

TOBE CONTINUED…………….

Ok sampai di sini dulu,,,aaaaaah entar disambung lagi udah cape neh ngetik trus trusan! Gimana mudah kan….bila blom ngerti juga mesti hati hati ini akibat terlalu banyak makan mie bakso, cimol, getuk lindri, bala bala and friends. Ha ha ha ha.
Bila banyak kesalahan mohon dikritisi,
Ok semoga bermanfaat selamat menyimak…..daaaaaag
Eiiiiit jangan lupa tinggalkan comment and pertanyaannya okay.


5 Komentar

DAFTAR ALAMAT DAN LINK KANTOR KENEGARAAN REPUBLIK INDONESIA


PRESIDEN

Presiden SBY

WAPRES
Budiyono

MENTERI KOORDINATOR

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum Dan Keamanan (Polhukam)
Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat

DEPARTEMEN

Departemen Agama
Departemen Dalam Negeri
Departemen Energi Dan Sumberdaya Minera
Departemen Luar Negeri
Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Departemen Kehutanan
Departemen Kesehatan
Departemen Keuangan
Departemen Kelautan Dan Perikanan
Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata
Departemen Komunikasi Dan Informatika
Departemen Pekerjaan Umum
Departemen Perhubungan
Departemen Pendidikan Nasional
Departemen Perdagangan
Departemen Pertanian
Departemen Pertahanan
Departemen Perindustrian
Departemen Sosial
Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

MENTERI NEGARA

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Menteri Negara Koperasi Dan UKM
Menteri Negara Lingkungan Hidup
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
Kementerian Negara Pemuda Dan Olahraga
Kementerian Negara Perumahan Rakyat
Kementerian Negara Riset Dan Teknologi

SETINGKAT MENTERI

Sekretariat Negara
Sekretariat Kabinet
Jaksa Agung
Badan Perencana Pembangunan Nasional
Tentara Nasional Indonesia
Kepolisian Negara Republik Indonesia

LEMBAGA NON DEPARTEMEN

BI – Bank Indonesia
Bappenas – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
BKKBN – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
BKPM – Badan Koordinasi Dan Penanaman Modal
BPS – Biro Pusat Statistik
LIPI – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

MPR – DPR

MPR
DPR

PASAR MODAL

BEJ – Bursa Efek Jakarta
BES – Bursa Efek Surabaya
KPEI – Kliring Penjaminan Efek Indonesia

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

LP3ES – Lembaga Penelitian, Pendidikan Dan Penerangan Ekonomi Sosial
Walhi – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Bina Desa
YLKI – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
YLBHI – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
MTI – Masyarakat Transparansi Indonesia
ICEL – Indonesian Center for Environmental Law
PBHI – Perhimpunan Bantuan Hukum & HAM Indonesia
ICW – Indonesia Corruption Watch
UPC – Urban Poor Consortium
ELSAM – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat
Komnas HAM – Komisi Nasionak Hak Asasi Manusia
CETRO – Centre for Electoral Treshold
Greenpeace
WWF – World Wild Fund
WWF Indonesia
USAID – United States Agency International Development
Jaringan Relawan Indonesia
Freedom Institute
LPEM FEUI – Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas
Universitas Indonesia
Wahid Institute
Yayasan Tifa
LBH APIK – Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan
INFID – International NGO Forum on Indonesian Development
Pelangi – Yayasan Pelangi Indonesia
Mitra Netra – Pendidikan & Pengembangan Tunanetra
CIFOR – Center for International Forestry Research
IRE – Institute For Research And Empowerment
KPA – Konsorsium Pembaruan Agraria
SBSI – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
HRW – Human Rights Watch
WI – Watch Indonesia – Working group for democracy, human rights and environmental protection in Indonesia and East Timor
AHR – Aceh Human Rights – Koalisi NGO HAM Aceh
FNS – Friedrich Naumann Stiftung
NDI – National Democtaric Institute
CSIS — Centre for Strategic and International Studies
Desantara – Institute for Cultural Studies
MR – Minority Rights
FES – Fredriech Ebert Stiftung
Warsi – Komunitas Konservasi Indonesia
Peta Hijau – Jaringan Komunitas Peta Hijau Indonesia (Green Map Indonesia)
Aliansi Pemuda/i Independen
COHRE – Centre on Housing Rights and Evictions
KP – Koalisi Pendidikan
HIC MENA – Habitat Internasional Coalition – Middle East and North Africa
Rumpun Tjoet Njak Dien
Serikat PRT
GFW – Global Forest Watch
CI’s – Conservation International
WCMC – World Conservation Manitoring Centre
LEI – Lembaga Ekolabel Indonesia
Komunitas Tikar Pandan
ICIP – The International Centre for Islam and Pluralism
THC – The Habibie Center
Wise Coastal Practices for Sustainable Human Development Forum
CALD – Council of Asian Liberals and Democrats
WPI – Women Playwright International
LGSP – Local Governance Support Programme
SFCG – Search For Common Ground
IFES
The Interseksi Foundation
YJP – Yayasan Jurnal Perempuan
Ridep Institute

BUMN

PT. Telkom atau PT. Telkom
PT. Pertamina
PT. PLN
PT. PJKA
PT. Garuda Indonesia
PT. PELNI
PT. Pelabuhan Indonesia II
PT. Pelabuhan Indonesia I
PT. Wijaya Karya
PT. Merpati Nusantara Airlines
PT. Perkebunan Nusantara II
PT. Perkebunan Nusantara III
PT. Perkebunan Nusantara VI
PT. Perkebunan Nusantara VII
PT. Perkebunan Nusantara VIII
PT. Perkebunan Nusantara XII
PT. Perkebunan Nusantara XIII
PT. Perkebunan Nusantara XIV
PT. Bio Farma
PT. Angkasa Pura I
PT. Angkasa Pura II
PT. Asuransi jasa Raharja
PT. Petrokimia Gresik
Pupuk Iskandar Muda
Pupuk Kaltim
Pupuk Kujang

LEMBAGA LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMEN

– Arsip Nasional Republik Indonesia
- Badan Akuntansi Keuangan Negara
- Badan Kepegawaian Negara
- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
- Badan Koordinasi Penanaman Modal
-Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
- Badan Meteorologi dan Geofisika
- Badan Pengawas Obat dan Makanan
- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
- Badan Pengawas Tenaga Nuklir
- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
- Badan Pertanahan Nasional
- Badan Pusat Statistik
- Badan Standarisasi Nasional
- Badan Tenaga Nuklir Nasional
- Badan Urusan Logistik
- Lembaga Administrasi Negara
- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
- Lembaga Informasi Nasional
- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Markas Besar Tentara Nasional Indonesia
- Markas Besar Kepolisian Negara

DAFTAR LINK SITUS PEMERINTAH DAERAH SELURUH INDONESIA

(Jika Anda mempunyai alamat situs yang belum tercatat di sini silakan kirim ke: datastudi@telkom.net)
Kode BPS – Propinsi/Kabupaten/Kota – (Ibukota) – Alamat Situs

1100 Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (Banda Aceh)
1101 Kab. Simeulue (Sinabung)
1102 Kab. Aceh Singkil (Singkil)
1103 Kab. Aceh Selatan (Tapakutan)
1104 Kab. Aceh Tenggara (Kutacane)
1105 Kab. Aceh Timur (Langsa)
1106 Kab. Aceh Tengah (Takengon)
1107 Kab. Aceh Barat (Meulaboh)
1108 Kab. Aceh Besar (Jantoi)
1109 Kab. Pidie (Sigli)
1110 Kab. Bireuen (Bireuen)
1111 Kab. Aceh Utara (Lhokseumawe)
1112 Kab. Aceh Barat Daya (Blangpidie)
1113 Kab. Gayo Lues (Blangkejeran)
1114 Kab. Aceh Tamiang (Karang Baru)
1115 Kab. Nagan Raya (Suka Makmue)
1116 Kab. Aceh Jaya (Calang)
1117 Kab. Bener Meriah (Simpang Tiga Redelong)
1171 Kota Banda Aceh (Banda Aceh)
1172 Kota Sabang (Sabang)
1173 Kota Langsa (Langsa)
1174 Kota Lhokseumawe (Lhokseumawe)
1200 Prov. Sumatera Utara (Medan)
1201 Kab. Nias (Gunungsitoli)
1202 Kab. Mandailing Natal (Penyabungan)
1203 Kab. Tapanuli Selatan (Padang Sidempuan)
1204 Kab. Tapanuli Tengah (Sibolga)
1205 Kab. Tapanuli Utara (Tarutung)
1206 Kab. Toba Samosir (Balige)
1207 Kab. Labuhan Batu (Rantauprapat)
1208 Kab. Asahan (Kisaran)
1209 Kab. Simalungun (Pematangsiantar)
1210 Kab. Dairi (Sidikalang)
1211 Kab. Karo (Kabanjahe)
1212 Kab. Deli Serdang (Lubukpakam)
1213 Kab. Langkat (Stabat)
1214 Kab. Nias Selatan (Teluk Dalam)
1215 Kab. Humbang Hasundutan (Dolok Sanggul)
1216 Kab. Pakpak Bharat (Salak)
1217 Kab. Samosir (Pangururan)
1218 Kab. Serdang Bedagai (Sei Rampah)
1271 Kota Sibolga (Sibolga)
1272 Kota Tanjung Balai (Tanjung Balai)
1273 Kota Pematang Siantar (Pematang Siantar)
1274 Kota Tebing Tinggi (Tebingtinggi)
1275 Kota Medan (Medan)
1276 Kota Binjai (Binjai)
1277 Kota Padang Sidempuan (Padang Sidempuan)

1300 Prov. Sumatera Barat (Padang)
1301 Kab. Kepulauan Mentawai (Tua Pejat)
1302 Kab. Pesisir Selatan (Painan)
1303 Kab. Solok (Solok)
1304 Kab. Sawahlunto/Sijunjung (Muaro Sijunjung)
1305 Kab. Tanah Datar (Batusangkar)
1306 Kab. Padang Pariaman (Pariaman)
1307 Kab. Agam (Lubukbasung)
1308 Kab. Lima Puluh Koto (Payakumbuh)
1309 Kab. Pasaman (Lubuksikaping)
1310 Kab. Solok Selatan (Padang Aro)
1311 Kab. Dharmas Raya (Pulau Punjung)
1312 Kab. Pasaman Barat (Simpang Empat)
1371 Kota Padang (Padang)
1372 Kota Solok (Solok)
1373 Kota Sawah Lunto (Sawah Lunto)
1374 Kota Padang Panjang (Padang Panjang)
1375 Kota Bukittinggi (Bukittinggi)
1376 Kota Payakumbuh (Payakumbuh)
1377 Kota Pariaman (Pariaman)
1400 Prov. Riau (Pakanbaru)
1401 Kab. Kuantan Singingi (Teluk Kuantan)
1402 Kab. Indragiri Hulu (Rengat)
1403 Kab. Indragiri Hilir (Tembilahan)
1404 Kab. Pelalawan (Pangkalan Kerinci)
1405 Kab. Siak (Siak Sriindrapura)
1406 Kab. Kampar (Bangkinang)
1407 Kab. Rokan Hulu (Pasir Pangaraian)
1408 Kab. Bengkalis (Bengkalis)
1409 Kab. Rokan Hilir (Ujung Tanjung)
1471 Kota Pekan Baru (Pakanbaru)
1473 Kota Dumai (Dumai)
1500 Prov. Jambi (Jambi)
1501 Kab. Kerinci (Sungaipenuh)
1502 Kab. Merangin (Bangko)
1503 Kab. Sarolangun (Sarolangun)
1504 Kab. Batang Hari (Muara Bulian)
1505 Kab. Muaro Jambi (Sengeti) http://www.muarojambi.go.id
1506 Kab. Tanjung Jabung Timur (Muara Sabak)
1507 Kab. Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal)
1508 Kab. Tebo (Muara Tebo)
1509 Kab. Bungo (Muara Bungo)
1571 Kota Jambi (Jambi)
1600 Prov. Sumatera Selatan (Palembang)
1601 Kab. Ogan Komering Ulu (Baturaja)
1602 Kab. Ogan Komering Ilir (Kayu Agung)
1603 Kab. Muara Enim (Muara Enim)
1604 Kab. Lahat (Lahat)
1605 Kab. Musi Rawas (Lubuk Linggau)
1606 Kab. Musi Banyuasin (Sekayu)
1607 Kab. Banyuasin (Banyuasin)
1608 Kab. Ogan Komering Ulu Selatan (Muaradua)
1609 Kab. Ogan Komering Ulu Timur (Martapura)
1610 Kab. Ogan Ilir (Indralaya)
1671 Kota Palembang (Palembang)
1672 Kota Prabumulih (Prabumulih)
1673 Kota Pagar Alam (Pagaralam)
1674 Kota Lubuk Linggau (Lubiklinggau)
1700 Prov. Bengkulu (Bengkulu)
1701 Kab. Bengkulu Selatan (Manna)
1702 Kab. Rejang Lebong (Curup)
1703 Kab. Bengkulu Utara (Argamakmur)
1704 Kab. Kaur (Bintuhan)
1705 Kab. Seluma (Tais)
1706 Kab. Mukomuko (Mukomuko)
1707 Kab. Lebong (Tubei)
1708 Kab. Kepahiang (Kepahiang)
1771 Kota Bengkulu (Bengkulu)
1800 Prov. Lampung (Bandar Lampung)
1801 Kab. Lampung Barat (Liwa)
1802 Kab. Tanggamus (Kotaagung)
1803 Kab. Lampung Selatan (Kalianda)
1804 Kab. Lampung Timur (Sukadana)
1805 Kab. Lampung Tengah (Gunungsugih)
1806 Kab. Lampung Utara (Kotabumi)
1807 Kab. Way Kanan (Blambangan Umpu)
1808 Kab. Tulang Bawang (Menggala)
1871 Kota Bandar Lampung (Bandar Lampung)
1872 Kota Metro (Metro) http://www.metro.go.id
1900 Prov. Kep. Bangka Belitung (Pangkal Pinang)
1901 Kab. Bangka (Sungailiat)
1902 Kab. Belitung (Tanjungpandan)
1903 Kab. Bangka Barat (Toboali)
1904 Kab. Bangka Tengah (Koba)
1905 Kab. Bangka Selatan (Mentok)
1906 Kab. Belitung Timur (Manggar)
1971 Kota Pangkal Pinang (Pangkal Pinang)
2000 Prov. Kepulauan Riau (Tanjungpinang)
2001 Kab. Karimun (Tanung Balai Karimun)
2002 Kab. Kepulauan Riau (Tanjungpinang)
2003 Kab. Natuna (Ranai)
2004 Kab. Lingga (Daik Lingga)
2071 Kota Batam (Batam)
2072 Kota Tanjung Pinang (Tanjungpinang)
3100 Prov. D K I Jakarta (Jakarta)
3101 Kab. Adm. Kepulauan Seribu (Pulau Pramuka Kec. Kep. Seribu Utara)
3171 Kota Jakarta Selatan (Kebayoran Baru)
3172 Kota Jakarta Timur (Cakung)
3173 Kota Jakarta Pusat (Tanah Abang)
3174 Kota Jakarta Barat (Puri Kembangan)
3175 Kota Jakarta Utara (Tanjung Priok)
3200 Prov. Jawa Barat (Bandung)
3201 Kab. Bogor (Cibinong)
3202 Kab. Sukabumi (Sukabumi)
3203 Kab. Cianjur (Cianjur)
3204 Kab. Bandung (Soreang)
3205 Kab. Garut (Garut)
3206 Kab. Tasikmalaya (Tasikmalaya)
3207 Kab. Ciamis (Ciamis)
3208 Kab. Kuningan (Kuningan)
3209 Kab. Cirebon (Sumber)
3210 Kab. Majalengka (Majalengka)
3211 Kab. Sumedang (Sumedang)
3212 Kab. Indramayu (Indramayu)
3213 Kab. Subang (Subang)
3214 Kab. Purwakarta (Purwakarta)
3215 Kab. Karawang (Karawang)
3216 Kab. Bekasi (Bekasi)
3271 Kota Bogor (Bogor)
3272 Kota Sukabumi (Sukabumi)
3273 Kota Bandung (Bandung)
3274 Kota Cirebon (Cirebon)
3275 Kota Bekasi (Bekasi)
3276 Kota Depok (Depok)
3277 Kota Cimahi (Cimahi)
3278 Kota Tasikmalaya (Tasikmalaya)
3279 Kota Banjar (Banjar)
3300 Prov. Jawa Tengah (Semarang)
3301 Kab. Cilacap (Cilacap)
3302 Kab. Banyumas (Purwokerto)
3303 Kab. Purbalingga (Purbalingga)
3304 Kab. Banjarnegara (Banjarnegara)
3305 Kab. Kebumen (Kebumen)
3306 Kab. Purworejo (Purworejo)
3307 Kab. Wonosobo (Wonosobo)
3308 Kab. Magelang (Mungkid)
3309 Kab. Boyolali (Boyolali)
3310 Kab. Klaten (Klaten)
3311 Kab. Sukoharjo (Sukoharjo)
3312 Kab. Wonogiri (Wonogiri)
3313 Kab. Karanganyar (Karanganyar)
3314 Kab. Sragen (Sragen)
3315 Kab. Grobogan (Grobogan)
3316 Kab. Blora (Blora)
3317 Kab. Rembang (Rembang)
3318 Kab. Pati (Pati)
3319 Kab. Kudus (Kudus)
3320 Kab. Jepara (Jepara)
3321 Kab. Demak (Demak)
3322 Kab. Semarang (Ungaran)
3323 Kab. Temanggung (Temanggung)
3324 Kab. Kendal (Kendal)
3325 Kab. Batang (Batang)
3326 Kab. Pekalongan (Kajen)
3327 Kab. Pemalang (Pemalang)
3328 Kab. Tegal (Slawi)
3329 Kab. Brebes (Brebes)
3371 Kota Magelang (Magelang)
3372 Kota Surakarta (Surakarta)
3373 Kota Salatiga (Salatiga)
3374 Kota Semarang (Semarang)
3375 Kota Pekalongan (Pekalongan)
3376 Kota Tegal (Tegal)
3400 Prov. D I Yogyakarta (Yogyakarta)
3401 Kab. Kulon Progo (Wates)
3402 Kab. Bantul (Bantul)
3403 Kab. Gunung Kidul (Wonosari)
3404 Kab. Sleman (Sleman)
3471 Kota Yogyakarta (Yogyakarta)
3500 Prov. Jawa Timur (Surabaya)
3501 Kab. Pacitan (Pacitan)
3502 Kab. Ponorogo (Ponorogo)
3503 Kab. Trenggalek (Trenggalek)
3504 Kab. Tulungagung (Tulungagung)
3505 Kab. Blitar (Blitar)
3506 Kab. Kediri (Kediri)
3507 Kab. Malang (Kepanjen)
3508 Kab. Lumajang (Lumajang)
3509 Kab. Jember (Jember)
3510 Kab. Banyuwangi (Banyuwangi)
3511 Kab. Bondowoso (Bondowoso)
3512 Kab. Situbondo (Situbondo)
3513 Kab. Probolinggo (Probolinggo)
3514 Kab. Pasuruan (Pasuruan)
3515 Kab. Sidoarjo (Sidoarjo)
3516 Kab. Mojokerto (Mojokerto)
3517 Kab. Jombang (Jombang)
3518 Kab. Nganjuk (Nganjuk)
3519 Kab. Madiun (Madiun)
3520 Kab. Magetan (Magetan)
3521 Kab. Ngawi (Ngawi)
3522 Kab. Bojonegoro (Bonjonegoro)
3523 Kab. Tuban (Tuban)
3524 Kab. Lamongan (Lamongan)
3525 Kab. Gresik (Gresik)
3526 Kab. Bangkalan (Bangkalan)
3527 Kab. Sampang (Sampang)
3528 Kab. Pamekasan (Pamekasan)
3529 Kab. Sumenep (Sumenep)

3573 Kota Malang (Malang)
3574 Kota Probolinggo (Probolinggo)
3575 Kota Pasuruan (Pasuruan)
3576 Kota Mojokerto (Mojokerto)
3577 Kota Madiun (Madiun)
3578 Kota Surabaya (Surabaya)
3579 Kota Batu (Batu)
3600 Prov. Banten (Serang)
3601 Kab. Pandeglang (Padeglang)
3602 Kab. Lebak (Rangkasbitung)
3603 Kab. Tangerang (Tigaraksa)
3604 Kab. Serang (Serang)
3671 Kota Tangerang (Tangerang)
3672 Kota Cilegon (Cilegon)
5100 Prov. Bali (Denpasar)
5101 Kab. Jembrana (Negara)
5102 Kab. Tabanan (Tabanan)
5103 Kab. Badung (Badung)
5104 Kab. Gianyar (Gianyar)
5105 Kab. Klungkung (Klungkung)
5106 Kab. Bangli (Bangli)
5107 Kab. Karang Asem (Karangasem)
5108 Kab. Buleleng (Singaraja)
5171 Kota Denpasar (Denpasar)
5200 Prov. Nusa Tenggara Barat (Mataram)
5201 Kab. Lombok Barat (Mataram)
5202 Kab. Lombok Tengah (Praya)
5203 Kab. Lombok Timur (Selong)
5204 Kab. Sumbawa (Sumbawa Besar)
5205 Kab. Dompu (Dompu)
5206 Kab. Bima (Raba)
5207 Kab. Sumbawa Barat (Taliwang)
5271 Kota Mataram (Mataram)
5272 Kota Bima (Bima)
5300 Prov. Nusa Tenggara Timur (Kupang)
5301 Kab. Sumba Barat (Waikabubak)
5302 Kab. Sumba Timur (Waingapu)
5303 Kab. Kupang (Kupang)
5304 Kab. Timor Tengah Selatan (Soe)
5305 Kab. Timor Tengah Utara (Kefamenanu)
5306 Kab. Belu (Atambua)
5307 Kab. Alor (Kalabhi)
5308 Kab. Lembata (Lewoleba)
5309 Kab. Flores Timur (Larantuka)
5310 Kab. Sikka (Maumere)
5311 Kab. Ende (Ende)
5312 Kab. Ngada (Bajawa)
5313 Kab. Manggarai (Ruteng)
5314 Kab. Rote Ndao (Baa)
5315 Kab. Manggarai Barat (Labuan Bajo)
5371 Kota Kupang (Kupang)
6100 Prov. Kalimantan Barat (Pontianak)
6101 Kab. Sambas (Sambas)
6102 Kab. Bengkayang (Bengkayang)
6103 Kab. Landak (Ngabang)
6104 Kab. Pontianak (Mempawah)
6105 Kab. Sanggau (Batang Tarang)
6106 Kab. Ketapang (Ketapang)
6107 Kab. Sintang (Sintang)
6108 Kab. Kapuas Hulu (Putussibau)
6109 Kab. Sekadau (Sekadau)
6110 Kab. Melawi (Nanga Pinoh)
6171 Kota Pontianak (Pontianak)
6172 Kota Singkawang (Singkawang)
6200 Prov. Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
6201 Kab. Kotawaringin Barat (Pankalan Bun)
6202 Kab. Kotawaringin Timur (Sampit)
6203 Kab. Kapuas (Kuala Kapuas)
6204 Kab. Barito Selatan (Buntok)
6205 Kab. Barito Utara (Muara Taweh)
6206 Kab. Sukamara (Sukamara)
6207 Kab. Lamandau (Nanga Bulik)
6208 Kab. Seruyan (Kuala Pembuang)
6209 Kab. Katingan (Kasongan)
6210 Kab. Pulang Pisau (Pulang Pisau)
6211 Kab. Gunung Mas (Kuala Kurun)
6212 Kab. Barito Timur (Tamiang)
6213 Kab. Murung Raya (Purukcahu)
6271 Kota Palangka Raya (Palangkaraya)
6300 Prov. Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
6301 Kab. Tanah Laut (Pelaihari)
6302 Kab. Kota Baru (Kotabaru)
6303 Kab. Banjar (Martapura)
6304 Kab. Barito Kuala (Marabahan)
6305 Kab. Tapin (Rantau)
6306 Kab. Hulu Sungai Selatan (Kandangan)
6307 Kab. Hulu Sungai Tengah (Barabai)
6308 Kab. Hulu Sungai Utara (Amuntai)
6309 Kab. Tabalong (Tanjung)
6310 Kab. Tanah Bumbu (Batulicin)
6311 Kab. Balangan (Paringin)
6371 Kota Banjarmasin (Banjarmasin)
6372 Kota Banjar Baru (Banjarbaru)
6400 Prov. Kalimantan Timur (Samarinda)
6401 Kab. Pasir (Tanah Grogot)
6402 Kab. Kutai Barat (Sendawar)
6403 Kab. Kutai Kartanegara (Tenggarong)
6404 Kab. Kutai Timur (Sangatta)
6405 Kab. Berau (Tanjungredep)
6406 Kab. Malinau (Malinau)
6407 Kab. Bulungan (Tanjungselor)
6408 Kab. Nunukan (Nunukan)
6409 Kab. Penajam Paser Utara (Penajam)
6471 Kota Balikpapan (Balikpapan)
6472 Kota Samarinda (Samarinda)
6473 Kota Tarakan (Tarakan)
6474 Kota Bontang (Bontang)
7100 Prov. Sulawesi Utara (Manado)
7101 Kab. Bolaang Mengondow (Kotamubagu)
7102 Kab. Minahasa (Tondano)
7103 Kab. Kepulauan Sangihe (Tahuna)
7104 Kab. Kepulauan Talaud (Melonguane)
7105 Kab. Minahasa Selatan (Amurang)
7106 Kab. Minahasa Utara (Airmadidi)
7171 Kota Manado (Manado)
7172 Kota Bitung (Bitung)
7173 Kota Tomohon (Tomohon)
7200 Prov. Sulawesi Tengah (Palu)
7201 Kab. Banggai Kepulauan (Banggai)
7202 Kab. Banggai (Luwuk)
7203 Kab. Morowali (Bungku)
7204 Kab. Poso (Poso)
7205 Kab. Donggala (Donggala)
7206 Kab. Toli-Toli (Toli-toli)
7207 Kab. Buol (Buol)
7208 Kab. Parigi Moutong (Parigi)
7209 Kab. Tojo Una-Una (Ampana)
7271 Kota Palu (Palu)
7300 Prov. Sulawesi Selatan (Makassar)
7301 Kab. Selayar (Bantaeng)
7302 Kab. Bulukumba (Bulukumba)
7303 Kab. Bantaeng (Bantaeng)
7304 Kab. Jeneponto (Jeneponto)
7305 Kab. Takalar (Takalar)
7306 Kab. Gowa (Sunggu Minasa)
7307 Kab. Sinjai (Sinjai)
7308 Kab. Maros (Maros)
7309 Kab. Pangkajene Kepulauan (Pangkajene)
7310 Kab. Barru (Barru)
7311 Kab. Bone (Watampone)
7312 Kab. Soppeng (Watan Soppeng)
7313 Kab. Wajo (Sengkang)
7314 Kab. Sidenreng Rappang (Sidenreng)
7315 Kab. Pinrang (Pinrang)
7316 Kab. Enrekang (Enrekang)
7317 Kab. Luwu (Palopo)
7318 Kab. Tana Toraja (Makale)
7322 Kab. Luwu Utara (Masamba)
7325 Kab. Luwu Timur (Malili)
7371 Kota Makassar (Makassar)
7372 Kota Pare-Pare (Pare-pare)
7373 Kota Palopo (Palopo)
7400 Prov. Sulawesi Tenggara (Kendari)
7401 Kab. Buton (Bau-Bau)
7402 Kab. Muna (Raha)
7403 Kab. Konawe (Unaaha)
7404 Kab. Kolaka (Kolaka)
7405 Kab. Konawe Selatan (Andolo)
7406 Kab. Bombana (Rumbia)
7407 Kab. Wakatobi (Wangi-Wangi)
7408 Kab. Kolaka Utara (Lasusua)
7471 Kota Kendari (Kendari)
7472 Kota Baubau (Bau-Bau)
7500 Prov. Gorontalo (Gorontalo)
7501 Kab. Boalemo (Marisa/Tilamuta)
7502 Kab. Gorontalo (Gorontalo)
7503 Kab. Pohuwato (Marisa)
7504 Kab. Bone Bolango (Suwawa)
7571 Kota Gorontalo (Gorontalo)
7600 Prov. Sulawesi Barat (Mamuju)
7601 Kab. Majene (Majene)
7602 Kab. Polewali Mandar (Polewali)
7603 Kab. Mamasa (Mamasa)
7604 Kab. Mamuju (Mamuju)
7605 Kab. Mamuju Utara (Pasangkayu)
8100 Prov. Maluku (Ambon)
8101 Kab. Maluku Tenggara Barat (Saumlaki)
8102 Kab. Maluku Tenggara (Tual)
8103 Kab. Maluku Tengah (Masohi)
8104 Kab. Buru (Namlea)
8105 Kab. Kepulauan Aru (Dobo)
8106 Kab. Seram Bagian Barat (Dataran Hunipopu)
8107 Kab. Seram Bagian Timur (Dataran Hunimoa)
8171 Kota Ambon (Ambon)
8200 Prov. Maluku Utara (Sofifi/Ternate)
8201 Kab. Halmahera Barat (Ternate)
8202 Kab. Halmahera Tengah (Weda)
8203 Kab. Kepulauan Sula (Sanana)
8204 Kab. Halmahera Selatan (Labuha)
8205 Kab. Halmahera Utara (Tobelo)
8206 Kab. Halmahera Timur (Maba)
8271 Kota Ternate (Ternate)
8272 Kota Tidore Kepulauan (Tidore)
9100 Prov. Irian Jaya Barat (Manokwari)
9101 Kab. Fak-Fak (Fak-Fak)
9102 Kab. Kaimana (Kaimana)
9103 Kab. Teluk Wondama (Rasiei)
9104 Kab. Teluk Bintuni (Bintuni)
9105 Kab. Manokwari (Manokwari)
9106 Kab. Sorong Selatan (Teminabuan)
9107 Kab. Sorong (Sorong)
9108 Kab. Raja Ampat (Waisai)
9171 Kota Sorong (Sorong)
9400 Prov. Papua (Jayapura)
9401 Kab. Merauke (Merauke)
9402 Kab. Jayawijaya (Wamena)
9403 Kab. Jayapura (Jayapura)
9404 Kab. Nabire (Nabire)
9408 Kab. Yapen Waropen (Serui)
9409 Kab. Biak Numfor (Biak)
9410 Kab. Paniai (Enarotali)
9411 Kab. Puncak Jaya (Kotamulia)
9412 Kab. Mimika (Timika)
9413 Kab. Boven Digoel (Tanah Merah)
9414 Kab. Mappi (Kepi)
9415 Kab. Asmat (Agats)
9416 Kab. Yahukimo (Sumohai)
9417 Kab. Pegunungan Bintang (Oksibil)
9418 Kab. Tolikara (Karubaga)
9419 Kab. Sarmi (Sarmi)
9420 Kab. Keerom (Waris)
9426 Kab. Waropen (Botawa)
9427 Kab. Supiori (Sorendiweri)
9471 Kota Jayapura (Jayapura)


22 Komentar

MENILIK SELUK BELUK DUNIA PROFESI TOUR GUIDE ATAU PEMANDU WISATA SEBAGAI PEJUANG PARIWISATA (BAGIAN SATU) Written by Iwan Parmal Saputra


MENILIK SELUK BELUK DUNIA PROFESI TOUR GUIDE ATAU PEMANDU WISATA SEBAGAI PEJUANG PARIWISATA (BAGIAN SATU)
Written by
Iwan Parmal Saputra

Tour Guide atau pemandu wisata atau orang sering mengucapkannya dengan kata “Gaet” merupakan sebuah profesi yang langka dan tampaknya tidak banyak diminati orang. Pula tak banyak orang tahu tentang profesi ini, yang mereka tahu tour guide adalah seseorang yang berpenghasilan besar bekerja dengan wisatawan. Karena pandangan tersebut, tak heran bila sudah dapat berjalan-jalan dengan bule orang sering begitu saja mengaku dirinya seorang guide.
Adapula yang menganggap tour guide itu sebagai seorang yang mengetahui seluk beluk jalan, sehingga kerjanya menunjukkan arah suatu tujuan. Tak salah juga berpendapat seperti demikian, karena itupun ada benarnya, meskipun jauh dari memuaskan.

Seorang pemandu wisata yang jelas – tentunya – dia bergerak di dalam usaha jasa pariwisata. Oleh karenanya dia pastilah orang yang mengetahui dengan pasti pariwisata. Lalu apakah setiap orang yang bergerak dibidang itu dapat dikatakan pemandu wisata? …Inilah pertanyaan mendasar yang perlu dicari jawabannya, karena tidak semua orang bisa dengan mudah disebut pemandu wisata meski dia bergerak di bidang pariwisata. Lalu siapa dan apa itu tour guide?

Baiklah! Sekarang mari kita sedikit bermain dengan kata-kata untuk memprediksi terminology yang mendekati. Kita ambil terlebih dahulu kata ” tour” yang dalam bahasa Indonesia padanannya “wisata”. Kata wisata itu sesungguhnya diambil dari bahasa sankrit yang artinya “Perjalanan”, sedang “pariwisata” lebih dekat kepada tourism, yang artinya lebih luas yaitu perjalanan keliling dan kembali ke tempat asal. Agar lebih mudah pembahasannya cukup ambil kata”Wisata sebagai padanan Tour”.

Berikutnya kita ambil kata “guide” yang dalam bahasa Indonesia artinya menunjukkan, membimbing atau mengarahkan. Lalu pertanyaan disini siapa, apa, kemana, dimana sesuatu itu diarahkan. Ok, jawabannya adalah “subjek pastilah orang” sedangkan yang menjadi objeknya tentu lah orang pula. Sekarang kita sedikit lebih dekat dengan definisi apa itu tour guide. Dari paparan di atas kita dapat mengambil atau merangkai kata sebagai berikut. tour Guide adalah orang yang menunjukkan arah dan membimbing orang dalam melakukan sebuah perjalanan di luar tempat tinggalnya. Ini masih kurang lengkap sebab ada aspek yang belum dijelaskan “objek penderita” dan “ Adverb atau keterangan bagaimana sesuatu itu dilakukan”, yaitu apa yang ditunjukkan dan seperti apa bimbingannya itu dan apakah dia melakukannya secara sukarela, by the book atau by experience?….

Untuk itu kita bisa tambahkan lagi unsur pembayaran, arah, objek wisata, sedang bimbingannya itu berupa penyediaan informasi dan pengaturan berbagai jadwal. Sehingga sekarang bisa dibuat terminologi yang lebih luas namun dengan bahasa yang sederhana yaitu, tour guide adalah orang yang mempunyai profesi/dibayar untuk jasanya menunjukkan arah dan membimbing wisatawan ke tempat tujuan dengan cara memberikan informasi yang diperlukan sesuai dengan program perjalanan.
Dari penjelasan di atas mudah mudahan kita dapat sedikit memprediksi apa sebenarnya tour guide ini.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai tour guide ini mari kita lihat penjelasan di bawah ini tentang tugas dan kewajiban seorang pemandu wisata.

Guide mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia pariwisata sebab mereka lah yang mewujudkan atau mengimplementasikan seluruh program makro pariwisata yang dibuat pemerintah dan pihak swasta. Dia adalah orang yang berada dijajaran paling depan yang bertatap muka langsung dengan wisatawan yang membeli produk wisata. Tour guide merupakan agent aktif yang berperan sebagai duta bangsa dan perusahaan yang mempekerjakannya. Oleh karena itu dia mengemban tugas berat dipundaknya guna meyakinkan wisatawan bahwa mereka berada ditangan yang tepat dengan produk yang tepat pula. Dia layaknya seorang dalang dalam pertunjukkan wayang yang mampu menghipnotis para penonton dengan teknik pemberian ruh kehidupan bagi setiap tokoh wayang yang dipegang dan dimainkannya. Penonton hanyut terbawa menjelajahi terowongan waktu seolah-olah karakter yang dimainkan benar benar pernah hidup di masa lampau.

Di tangan guide ini lah sebuah proses pencitraan produk dirasakan oleh wisatawan. Hasil dari pencitraan ini bisa berwujud tiga hasil:

PRODUCT TOUR GUIDE IMAGE
a positive positive Sangat positive
b positive negative negative
c negative positive positive
d negative negative Sangat negative

Lalu bagaimana cara meyakinkannya?…Di sini mulai dapat dilihat apakah memang mudah utk menjadi tour guide atau susah. Mari ikuti penjelasan lebih lanjut.

(Tapi sebelumnya saya sarankan istirahat sejenak dulu. Sekarang coba siapkan segelas teh hangat manis atau kopi n jangan lupa tuh pisang goreng, kalo sudah siap semua kita lanjutkan lagi ok)

Dalam menjalankan tugasnya seorang tour guide umumnya harus mengetahui 2 pengetahuan yang paling dasar yaitu: document perjalanan dan guiding technique

A. pengetahuan tentang document perjalan atau bagaimana cara kerja sebuah biro perjalanan wisata.

Ini tidaklah begitu sulit karena kita bisa tanyakan langsung atau mempelajarinya dari buku-buku tentang travel agent. Sedang yang kedua lebih kompleks karena menyangkut banyak hal, tidak hanya pengetahuan bahasa asing saja.
Mari kita lihat satu persatu tugas yang berkenaan degan travel agent. Biasanya tugas guide degan travel agent lebih banyak berhubungan dengan document perjalanan:
a) Tour Itinerary : suatu dokumen tentang jadwal jadwal perjalanan yang berisi urutan objek-objek yang harus dikunjungi.
b) Voucher : sebuah dokument berupa rincian-rincian pelayanan jasa yang telah dibeli wisatawan. Contoh voucher hotel, voucher masuk objek wisata, dll
c) Tour Statement : sebuah dokumen yang dibuat dan ditandatangani oleh tamu atau guide sehubungan dengan adanya perubahan jadwal perjalanan dikarenakan sesuatu hal. Perubahan tersebut bisa berupa memperpendek, memperpanjang kunjungan atau menggganti objek wisata. Tour statement ini kemudian menjadi pegangan tour guide dan travel agent sebagai bukti bahwa perubahan itu atas kesepakatan atau kemauan wisatawan.
d) Tour Guide Program: suatu jadwal perjalanan lebih rinci dibuat oleh guide mengikuti itinerary. Dokumen ini memuat rincian data yang lebih akurat mengenai route dan point point of interest mana yang akan dilalui serta akan dijelaskan selama tour, perkiraan waktu yang akan dipergunakan, photo stop, toilet stop, durasi di suatu objek wisata, dll. Tour guide program ini sangat penting karena bentul betul sangat membatu dalam menjalankan tugas, sebab tidak jarang jika mengandalkan daya ingat kita terlupa menyampaikan informasi yang sangat penting. Dokumen ini bias berupa secarik kertas atau boleh jadi sebuah buku kecil.
e) Invoice : ini merupakan sebuah document yang dititipkan travel agent kepada guide untuk disampaikan kepada tamu sebagai bukti pembayaran dari produk yang akan atau telah dia bayarkan kepada travel agent. Invoice ini biasanya diberikan oleh travel agent kepada wisatawan melalui tour guide apabila wisatawan baru membayar sebahagian dari kewajibannya. Sudah barang tentu klien kita akan membayar sisanya apabila kita menunjukkan invoice.
f) Commentary Sheet: lembaran kertas evaluasi yang diisi dan ditandatangani tamu pada hari terkhir sebelum berpisah. Biasanya berkenaan dengan pendapat atau kesan tamu tentang produk produk yang telah dia nikmati, bisa itu pendapat tentang hotel, restaurant, guide, driver, transport, program, harga, tax, tipping dsb. Lembar ini berguna sebagai alat ukur atau kendali mutu yang sangat berharga baik bagi tour guide itu sendiri maupun tour agent dalam memasarkan produk yang lebih baik di masa mendatang.

B. pengetahuan tentang guiding teknik

Selanjutnya adalah yang berhubungan dengan guiding teknik. Disini guide mesti berhubungan langsung dengan klient. Tugas ini antara lain:
a) Meeting Service : pertemuan langsung dengan wisatawan pada pertama kali. Meeting service dapat dilakukan dimana saja. Tapi umumnya di airport, station KA, pelabuhan. Meskipun demikian dapat juga dilakukan di hotel atau restaurant. Dalam meeting service ini biasanaya dilakukan perkenalan dan pembahasan singkat tentang apa yang harus dilakukan dalam waktu dekat. Boleh jadi transfer in.
b) Transfer In Service: salah satu tugas guide utk mentransfer klien dari satu tempat ketempat lain. Biasanya dari airport atau station ke hotel untuk check in,
c) Transfer Out Service : ini merupakan layanan terakhir mengantarkan tamu ke gerbang keluar, bisa berupa airport, station KA, pelabuhan, dll. Ini merupakan tugas yang paling berat sekaligus tugas yang menyenangkan. Berat karena tugas ini memerlukan kehati hatian yang sangat luar biasa, senang karena artinya tugas kita hampir selesai. Untuk tugas ini guide harus mereview tentang apa apa yang telah dikunjungi dan menyampaikan ucapan terimakasih dan mohon maaf atas kekurangannya. Setibanya di airport guide harus mengingatkan tamu agar tidak ada satupun barang yang tertinggal di dalam bus. Selanjutnya menunjukkan arah ke pintu masuk check ini airport. Bila kita dapat akses untuk masuk kedalam airport maka tugas kita adalah membantu proses check in, bila tidak maka kita harus dapat menerangkan kepada tamu dimana check in desk, proses check in, airport tax, dan waiting room dll.
d) Check In Service: upaya guide membantu klien dalam check in hotel, dengan cara mempercepat proses check in. untuk tamu FIT atau individual prosesnya sangat mudah dan cepat karena jumlahnya tidak banyak. Sebaliknya bila tamu group ini sedikit diperlukan kehati hatian karena tidak jarang terjadi perubahan kamar meskipun rooming listnya sudah final. Bila ada tour leader maka sebaiknya untuk pembagian kamar dan kunci diserahkan kepada dia karena dia yang lebih tahu nama-nama peserta tour yang akan melakukan perubahan. Tugas kita hanya menyakinkan pihak hotel bahwa kunci kunci kamar telah disiapkan sesuai dengan order dan tersedianya welcome drink. Agar tidak mengganggu tamu tamu lain maka sebaiknya setelah tiba di hotel tamu dipersilahkan untuk duduk duduk sambil menikmati welcome drink. Setelah selesai tugas kita selanjutnya menunjukkan kepada tamu tempat untuk makan pagi, wake up call, rest room, business centre dll.

e) Tour : adalah tugas guide membawa klien mengunjungi objek objek wisata yang tertulis di dalam program atau tour itinerary. Tour itu bisa singkat 1-3 jam saja biasanya city tour berada dalam satu kota/intra city tour, bisa pula inter city tour kunjungan dari satu kota ke kota lain. Selain itu ada yang lama waktunya bisa mencapai berminggu minggu dinamai overland tour. Tour ini bisa menjelajahi beberapa provinsi bahkan pulau. Tour dilihat dari asal klien dibagi menjadi 3 istilah: Domestik Tour, inbound tour dan outbound tour.
f) Escort Service : ini merupakan service pendampingan, dimana guide diperlukan untuk mendampingi tamu ke tempat tujuan yang pendek. Di sini guide tak perlu banyak menjelaskan apa-apa yg dilihat.
g) Check Out Service : service check out dari hotel. Guide bertugas meyakinkan bahwa segala sesuatu tidak terlupakan di hotel. Menginformasikan waktu yang dibutuhkan untuk tiba di airport serta menjelaskan proses chek ini di dalam airport apabila guide tidak mendapat akses untukmasuk kedalam airport.
h) Luggage Handling : dari sekian banyak tugas guide yang sangat penting adalah service ini. Sebab ini berkaitan dgn barang-barang tamu. Perhitungan yang akurat degan check n recheck method merupakan suatu keharusan. Luggage handling ini biasanya dilakukan di airport pada saat selesai meeting service. Di dini tamu diminta untuk meletakkan semua lugagenya secara rapih sehingga kita dapat melakukan hit count secara akurat dan menyamakannya dengan catatan yang ada di tour leader. Pencatatan sangat penting untuk mengetahui berapa tas yang dibawa tamu sehingga sangat membantu pada saat proses check in.
i) Commentary of object: ini merupakan proses pemberian informasi yg diperlukan oleh wisatawan selama perjalanan. Informasi yang disampaikan bergam bentuk dari mulai yang sangat sederhana sampai yang menjelimet tergantung jenis tamunya. Apabila mereka kaum intelektual seudah barang tentu kita harus dapat menjelaskan secara intelektual pula. Masuk kedalam kelompok ini biasanya students, expatriat, parlemen member, seniman, guru, pemerintah, delegasi suatu Negara, dll.
j) Rooming List: ini adalah dokumen yang memuat jumlah kamar dan jumlah peserta berikut nama-nama orang yang akan menempati kamar kamar sesuai dengan tipe yang ada. Tour guide sebaiknya selalu melakukan update rooming list sebab biasanya sering ada perubahan kamar. Ini gunanya untuk mengetahui dengan cepat di mana tamu bila terjadi sesuatu atau jika tamu menginginkan sesuatu atau complaint dengan kamar,

Di atas merupakan hal-hal yang suka atau tidak suka wajib diketahui oleh seorang guide karena selalu ditemui dalam setiap berhubungan degan wisatawan baik itu domestic maupun asing. Pengenalan tugas ditambah pengalaman akan membuat seorang guide lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.

Pada umumnya pertama kali melihat begitu banyaknya hal yang harus dikuasai oleh seorang pemandu wisata atau guide orang akan mundur beberapa langkah karena ada perasaan khawatir tidak dapat mengusainya. Namun hal ini dianggap wajar, karena dia memasuki wilayah yang sama sekali baru, yang tidak wajar itu adalah apabila dia mundur untuk selamanya karena ketakutan yang berlebihan. Dalam dunia pariwisata ada hal penting yang harus selalu diingat “jangan biarkan tamu komplain karena ketidak piawaian kita” lebih jauh dari itu buatlah tamu benar-benar puas dengan pelayanan kita sehingga dia rindu untuk kembali dan mewartakan kunjungannya kepada yang lain, dengan demikian lebih banyak devisa yang kita peroleh.

Bagaimana anda sudah siap menjadi tour guide?…….

Ok bila telah siap mari kita tentukan jenis guide mana yang paling cocok dengan anda. Kenapa demikian, karena guide pun memiliki klasifikasi tertentu baik itu dari bahasa yang digunakan ataupun ruang lingkup kerjanya. Untuk mengenal pembagian jenis guide

Agar lebih jelas lagi mari kita telusuri penjelasan berikut ini.

Berdasar ruang lingkup kerjanya guide itu dibag menjadi 3,al:

1. Guide Muda atau Guide Lokal : dia adalah seorang pemandu wisata yang ruang lingkupnya sangat terbatas, bisa dalam satu ruang terbuka ataupun tertutup. Dia hanya memandu di tempat tempat tertentu yang bersifat lokal saja, seperti di museum, satu objek wisata tertentu, perusahaan, industri kerajinan, kuil, tempat pejiarahan dll. Oleh karena bersifat lokal maka dia dituntut memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang obyek tempat dia bekerja. Informasi yang detail menyangkut sejarah beserta hal hal yang berhubungan dengan objek. Oleh karenanya dia tidak dituntut utk mengetahui banyak hal yg bersifat umum. Dari lama kerjanya dia singkat umumya beberapa jam saja. Pada umumnya hanya 1 atau 2 jam saja
2. Guide Madya : guide jenis ini lebih dikenal dengan pemandu wisata umum. Dia memiliki ruang langkup kerja yang lebih luas, bisa provinsi, ataupun sebuah negara. Dengan demikian dia dituntut untuk mengetahui pengetahuan yang luas, beragam dan menarik, mulai dari politik, ekonomi, social, budaya sampai tradisi masyarakat suatu daerah dengan daerah lain yang dia miliki begitu pula pengetahuan tentang geografi dan ilmu pertanian serta ilmu lain yang menunjang kerjanya yang memakan waktu berhari-hari hingga berminggu minggu. Dia harus bertahan dalam waktu yang lama tanpa pernah khabisan bahan informasi.

Untuk menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata memanglah tidak mudah, ada seperangkat pengetahuan yang dia mesti kuasai dengan baik, sebagai contohnya al:
1. penguasaan bahasa: dia wajib menguasai salah satu bahasa asing dengan baik. Pengertiannya adalah tidak saja dia dapat berbicara menggunakan bahasa itu dengan lancar akan tetapi juga dapat dimengerti dengan jelas oleh wisatawan.
2. memiliki wawasan yang luas: sebagai orang yang diberi tugas untuk menjelaskan banyak hal tentulah dia harus menguasai beragam informasi mulai dari sejarah, budaya, politik, ekonomi, pertanian, obyek obyek wisata, jenis jenis tanaman dan herbal, dll hingga data data statistic yang diperlukan guna memperlancar tugasnya.
3. kemampuan Public Speaking atau bicara di depan public: kemapuan ini tidak hanya asal bicara akan tetapi dengan metode tersendiri sebagaimana halnya dia sebagai presenter. Dia harus mampu meyakinkan wisatawan bahwa apa yang dia sampaikan itu menarik, menghibur, edukatif, informatif dan bukan sekedar omong kosong atau karangan belaka namun harus bersifat factual sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Gaya bicara, gaya bahasa, penggunaan kalimat yang effektif, mulai dari yang sangat sederhana sampai yang bersifat ilmiah harus dikuasai.
4. memiliki keratifitas: tidak selamanya tamu disuguhi melulu informasi sebab pada tingkat tertentu merekapun akan merasa jenuh. Dalam hal ini pemandu wisata harus memiliki daya kreativitas yang baik diantaranya menyampaikan hal hal yang bersifat entertaintment atau membuat mereka gembira dan tertawa, sebab pada dasarnya yang mereka cari itu adalah kegembiraan. Untuk tujuan itu dia harus melengkapi diri dengan keahlian khusus sebagai contoh: menyanyi, main sulap, bermain musik, pantomim dll.
5. memiliki sense of diplomacy: selain dia harus bertindak sebagai penyampai informasi dia pun harus dapat menjadi negosiataor sekaligus pendengar informasi yang baik. Tidak jarang wisatawan pun menyampaikan perbandingan perbandingan apa yang ada di negaranya dengan yang ditemui di negeri kita.
6. problem solving atau memiliki kemampuan mengatasi masalah: tidak jarang diperjalanan kita mengalami hal hal yang diluar perkiraan, sebagai contoh ada yang sakit, pertengkaran sesama wisatawan, kehilangan atau tertinggal sesuatu sampai bus mogok ditengah jalan. Kemampuan ini tidak dapat ditemukan dengan mudah kecuali dengan sharing pengalaman dengan teman teman pemandu wisata.
7. memiliki sifat caring: maksudnya adalah dia tidak membeda-bedakan tamu, apakah dia cantik atau tidak, tua ataupun muda kaya ataupun miskin. Mereka semua adalah sama client kita, meski dalam hal hal tertentu kita harus memberikan perhatian lebih bagi mereka yang sudah tua dan anak anak atau orang cacat.
8. pengetahuan tentang lokasi tujuan wisata beserta sarana penunjang lainnya: sebagai contoh sejarah objek wisata itu, berapa jauh atau lama perjalanan yang ditempuh, dimana kita akan berhenti untuk istirahat, photo stop, makan siang, makan malam, rumah sakit atau klinik dsb.
9. pengetahuan tentang document document perjalanan: karena kita berkerja pada perusahaan travel tentulah seorang pemandu wisata harus mengetahui document yang natinya akan diperlukan selama perjalanan. Document tersebut biasanya adalah: voucher hotel, tour itinerary (program perjalanan), rooming list, statement (document utk menerangkan terjadi perubahan program), tour commentary sheet (lembar coment tamu tentang keseluruhan perjalanan).
10. memahami Cultural Background tamu: dengan memahami latar belakang tamu dilihat dari negeri asalnya kita dapat mengetahui apakah tamu itu mudah kerjasama dengan kita atau sebaliknya.
11. memiliki kode etik: tidak jarang setelah berhari hari bersama tamu kita lupa bahwa mereka itu adalah klient kita, sehingga sering kali pembicaraan menjurus ke hal hal yang tidak sopan atau tidak senonoh. Untuk itu kita mesti memahami tugas kita.
12. bermental baja: tidak jarang orang mengundurkan diri setelah beberapa kali tugas karena dia tidak tahan dengan situasi dan kondisi diperjalan, baik itu karena jarak tempuh atau pun mendapat perlakuan yang kurang ramah baik dari tamu ataupun pihak travel agent yang mempekerjakan kita.
13. berpenampilan yang menarik: tampil selalu di depan tamu, tentulah kita harus dapat membangkitkan daya tarik. Seperti halnya seorang presenter yang cantik atau ganteng, berpenampilan menarik melalui cara berpakaian, berbicara, tersenyum sebaik mungkin. Dengan tampil prima baik luar maupun dalam tidak hanya akan meningkatkan rasa percaya diri kita tampil di depan public akan tetapi juga, menciptakan citra kenyamanan dan mencerminkan keadiluhungan kepribadian bangsa. Perlu dicatat dan digarisbawahi!! Al: a) Jangan sekali kali melakukan tindakan yang secara langsung maupun tidak langsung merupakan bentuk perendahan diri untuk memperoleh maksud dengan keuntungan tertentu seperti agar dikasihani tamu. Sebagai contoh berpakain yang tidak layak, menyampaikan kesulitan hidup pribadi, dengan harapan tamu akan memberikan sejumlah uang untuk mengatasi kesulitan dia, b) jangan lah melakukan tindakan yang menunjukkan penghambaan diri, bekerjalah sesuai profesi kita, sebab tidak jarang banyak tamu yang kita layani menganggap kita orang yang sudah dibayar dan harus mau melakukan apa saja kehendak mereka. Oleh karena itu kita harus dapat membedakan mana yang mesti kita lakukan dan mana yang tak boleh kita lakukan. Sebagai contoh, mengangkat dan menurunkan barang yang sepatutnya dilakukan oleh orang lain seperti, porter atau bellboy, dll. 3) jangan pernah terlibat sesuatu bahasa kerennya “ personally get involved” atau terlibat hubungan asmara ketika sedang menjalankan tugas dll.
14. mampu mengelola keuangan pribadi: yang terakhir ini sangat penting sekali sebab menjadi tour guide memerlukan cost yang tinggi. Contohnya untuk mengupdate infiormasi kita memerlukan biaya internet, buku buku, transport, alat alat tulis, pulsa, vitamin, general checkup, biaya memperpanjang lisensi, iuran bulanan kepada asosiasi tour guide tempat kita bernaung (HPI), dll.

Di atas merupakan hal hal paling umum yang mesti diketahui oleh pemandu wisata, sebahagiaan lagi dapat diketahui lebih lanjut sesuai dengan jam terbang contohnya, prediksi waktu, jam jam macet, sifat karakter tamu sesuai dengan negeri asalnya, restaurant yang sesuai, tempat shopping yang aman dsb.

Ok my friend segitu dulu ajah cape juga neh ngetiknya.
Entar dilajutin lagi deh bila ada waktu. Eiiit jangan lupa Bilang hatur thank you yah di comment ..Hehehe. Okay Ogoet cabut dulu.
Weh hamper lupa tuh” bagi siapa yang sedang nyusun karya tulis silahkan kopi n paste tapi jangan lupa masukkan nama Ogoet dalam referensi atau catatan kaki yah”

Oke Ogoet cabut beneran neh…bye bye


5 Komentar

KASULTANAN BANTEN


KASULTANAN BANTEN

(1568-1813)

KESULTANAN yang pada masa jayanya meliputi daerah yang sekarang dikenal dengan daerah Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang. Sejak abad ke-16 sampai abad ke-19 Banten mempunyai arti dan peranan yang penting dalam penyebaran dan pengembangan Islam di Nusantara, khususnya di daerah Jawa Barat, Jakarta, Lampung, dan Sumatra Selatan. Kota Banten terletak di pesisir Selat Sunda dan merupakan pintu gerbang lintas pulau Sumatra dan Jawa. Posisi Banten yang sangat strategis ini menarik perhatian penguasa di Demak untuk menguasainya. Pada tahun 1525-1526 Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berhasi menguasai Banten.

Puing Keraton SurosowanSebelum Banten berwujud sebagai suatu kesultanan, wilayah ini termasuk bagian dari kerajaan Sunda (Pajajaran). Agama resmi kerajaan ketika itu adalah agama Hindu. Pada awal abad ke-16, yang berkuasa di Banten adalah Prabu Pucuk Umum dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang (Banten Hulu). Surosowan (Banten Lor) hanya berfungsi sebagai pelabuhan. Menurut berita Joade Barros (1516), salah seorang pelaut Portugis, di antara pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di wilayah Pajajaran, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten merupakan pelabuhan yang besar dan ramai dikunjungi pedagang-pedagang dalam dan luar negri. Dari sanalah sebagian lada dan hasil negri lainnya diekspor. Oleh karena itu, Banten pada masa lalu adalah potret sebuah kota metropolitan dan menjadi pusat perkembangan pemerintahan Kesultanan Banten yang sempat mengalami masa keemasan selama kurang lebih tiga abad.

Menurut Babad Pajajaran, proses awal masuknya Islam di Banten mulai ketika Prabu Siliwangi, salah seorang raja Pajajaran, sering melihat cahaya yang menya-nyala di langit. Untuk mencari keterangan tentang arti cahaya itu, ia mengutus Prabu Kian Santang, penasihat kerajaan Pajajaran, untuk mencari berita mengenai hal ini. Akhirnya Prabu Kian Santang sampai ke Mekah. Di sana ia memperoleh berita bahwa cahaya yang dimaksud adalah nur Islam dan cahaya kenabian. Ia kemudian memluk agama Islam dan kembali ke Pajajaran untuk mengislamkan masyarakat. Upaya yang dilakukan Kian Santang hanya berhasil mengislamkan sebagian masyarakat, sedangkan yang lainnya menyingkirkan diri. Akibatnya, Pajajaran menjadi berantakan. Legenda yang dituturkan dalam Babad Pajajaran ini merupakan sebuah refleksi akan adanya pergeseran kekuasaan dari raja pra-Islam kepada penguasa baru Islam.

Sumber lain menyebutkan bahwa ketika Raden Trenggono dinobatkan sebagai sultan Demak yang ketiga (1524) dengan gelar Sultan Trenggono, ia semakin gigih berupaya menghancurkan Portugis di Nusantara. Di lain pihak, Pajajaran justeru menjalin perjanjian persahabatan dengan Portugis sehingga mendorong hasrat Sultan Trenggono untuk segera menghancurkan Pajajaran. Untuk itu, ia menugaskan Fatahillah, panglima perang Demak, menyerbu Banten (bagian dari wilayah Pajajaran) bersama dua ribu pasukannya. Dalam perjalanan menuju Banten, mereka singgah untuk menemui mertuanya, Syarif Hidayatullah, di Cirebon. Pasukan Demak dan pasukan Cirebon bergabung menuju Banten di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah, Fatahillah, Dipati Keling, dan Dipati Cangkuang. Sementara itu, di Banten sendiri terjadi pemberontakan di bawah pimpinan Maulana Hasanuddin melawan penguasa Pajajaran.

Gabungan pasukan Demak dengan Cirebon bersama laskar-marinir Maulana Hasanuddin tidak banyak mengalami kesulitan dalam menguasai Banten. Dengan demikian, pada tahun 1526 Maulana Hasanuddin dan Syarif Hidayatullah berhasil merebut Banten dari Pajajaran. Pusat pemerintahan yang semula berkedudukan di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan, dekat pantai. Dilihat dari sudut ekonomi dan politik, pemindahan pusat pemerintahan ini dimaksudkan untuk memudahkan hubungan antara pesisir Sumatra sebelah barat melalui Selat Sunda dan Selat Malaka. Situasi ini berkaitan pula dengan situasi dan kondisi politik di Asia Tenggara. Pada masa itu, Malaka telah jatuh di bawah kekuasaan Portugis, sehingga pedagang-pedagang yang enggan berhubungan dengan Portugis mengalihkan jalur perdagangannya ke Selat Sunda. Sejak saat itulah semakin ramai kapal-kapal dagang mengunjungi Banten. Kota Surosowan (Banten Lor) didirikan sebagai ibu kota Kesultanan Banten atas petunjuk Syarif Hidayatullah kepada putranya, Maulana Hasanuddin, yang kelak menjadi sultan Banten yang pertama.

Benteng SpeelwijkAtas petunjuk Sultan Demak, pada tahun 1526 Maulana Hasanuddin diangkat sebagai bupati Kadipaten Banten. Pada tahun 1552 Kadipaten Banten diubah menjadi negara bagian Demak dengan tetap mempertahankan Maulana Hasanuddin sebagai sultannya. Ketika Kesultanan Demak runtuh dan diganti Pajang (1568), Maulana Hasanuddin memproklamasikan Banten menjadi negara merdeka, lepas dari pengaruh Demak.

Sultan Maulana Hasanuddin memerintah Banten selama 18 tahun (1552-1570). Ia telah memberikan andil terbesarnya dalam meletakkan fondasi Islam di Nusantara sebagai salah seorang pendiri Kesultanan Banten. Hal ini telah dibuktikan dengan kehadiran bangunan peribadatan berupa masjid dan sarana pendidikan islam seperti pesnatren. Di samping itu, ia juga mengirim mubaligh ke berbagai daerah yang telah dikuasainya.

Usaha yang telah dirintis oleh Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarluaskan Islam dan membangun Kesultanan Banten kemudian dilanjutkan oleh sultan-sultan berikutnya. Akan tetapi, pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten mengalami kehancuran akibat ulah anak kandungnya sendiri, yaitu Sultan Haji, yang bekerjasama dengan kompeni Belanda. Ketika itu Sultan Haji diserahi amanah oleh ayahnya sebagai Sultan Muda yang berkedudukan di Surosowan. Akibat kerjasama kompeni Belanda dengan Sultan Haji, akhirnya terjadilah perang dahsyat antara Banten dan kompeni Belanda. Perang berakhir dengan hancurnya Keraton Surosowan yang pertama.

Meskipun keraton tersebut dibangun kembali oleh Sultan Haji melalui seorang arsitek Belanda dengan megahnya, namun pemberontakan demi pemberontakan dari rakyat Banten tidak pernah surut. Sultan Ageng Tirtayasa memimpin Perang gerilya bersama anaknya, Pangeran Purbaya, dan Syekh Yusuf, seorang ulama dari Makassar dan sekaligus menantunya. Sejak itu, Kesultanan Banten tidak pernah sepi dari peperangan dan pemberontakan melawan kompeni hingga akhirnya Keraton Surosowan hancur untuk yang kedua kalinya pada masa Sultan Aliuddin II (1803-1808). Ketika itu ia melawan Herman Willem Daendels.

Setelah Kesultanan Banten dihapus oleh Belanda, perjuangan melawan penjajah dilanjutkan oleh rakyat Banten yang dipimpin oleh para ulama dengan menggelorakan semangat perang sabil. Keadaan ini berlangsung sampai Negara Republik Indonesia diproklamasikan kemerdekannya. Hal ini terlihat dari berbagai pemberontakan yang dipimpin oleh para kiai dan didukung oleh rakyat, antara lain peristiwa “Geger Cilegon” pada tahun 1886 di bawah pimpinan KH Wasyid (w. 28 Juli 1888) dan “Pemberontakan Petani Banten” pada tahun 1888.

Keberadaan dan kejayaan kesultanan Banten pada masa lalu dapat dilihat dari peninggalan sejarah seperti Masjid Agung Banten yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Seperti masjid-masjid lainnya, bangunan masjid ini pun berdenah segi empat, namun kelihatan antik dan unik. Bila diamati secara jelas, arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur asing dan Jawa. Hal ini dapat dilihat dari tiang penyangga bangunan yang jumlahnya empat buah di bagian tengah; mimbar kuno yang berukir indah; atap masjid yang terbuat dari genteng tanah liat, melingkar berbetuk bujur sangkar yang disebut kubah berupa atap tumpang bertingkat lima. Di dalam serambi kiri yang terletak di sebelah utara masjid terdapat makam beberapa sultan Banten beserta keluarga dan kerabatnya. Di halaman selatan masjid terdapat bangunan Tiamah, merupakan bangunan tambahan yang didirikan oleh Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang memluk agama Islam dengan gelar Pangeran Wiraguna. Dahulu, gedung Tiamah ini digunakan sebagai majelis taklim serta tempat para ulama dan umara Banten mendiskusikan soal-soal agama. Sekarang gedung tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala. Selain itu, di Kasunyatan terdapat pula Masjid Kasunyatan yang umurnya lebih tua dari Masjid Agung. Di masjid inilah tinggal dan mengajar Kiai Dukuh yang kemudian bergelar Pangeran Kasunyatan, guru Maulana Yusuf, sultan Banten yang kedua.
Masjid Agung Banten

Bangunan lain yang membuktikan keberadaan Kesultanan Banten masa lampau adalah bekas Keraton Surosowan atau gedung kedaton Pakuwan. Letaknya berdekatan dengan Masjid Agung Banten. Keraton Surosowan yang hanya tinggal puing-puing dikelilingi oleh tembok tembok yang tebal, luasnya kurang lebih 4 ha, berbentuk empat persegi panjang. Benteng tersebut sekarang masih tegak berdiri, di samping beberapa bagian kecil yang telah runtuh. Dalam situs (lahan) kepurbakalaan Banten masih ada beberapa unsur, antara lain Menara Banten, Masjid Pacinan, Benteng Speelwijk, Meriam Kiamuk, Watu Gilang dan pelabuhan perahu Karangantu
o

A. Selayang Pandang

Masjid Agung Banten merupakan situs bersejarah di Kota Serang, Propinsi Banten. Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552—1570 M. Masjid ini memiliki halaman yang luas dengan taman yang dihiasi bunga-bunga flamboyan. Selain sebagai obyek wisata ziarah, Masjid Agung Banten juga merupakan obyek wisata pendidikan dan sejarah. Dengan mengunjungi masjid ini, wisatawan dapat menyaksikan peninggalan bersejarah kerajaan Islam di Banten pada abad ke-16 M, serta melihat keunikan arsitekturnya yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina, dan Eropa.

Sejarah pendirian Masjid Agung Banten berawal dari instruksi Sultan Gunung Jati kepada anaknya, Hasanuddin. Konon, Sunan Gunung Jati memerintahkan kepada Hasanuddin untuk mencari sebidang tanah yang masih “suci” sebagai tempat pembangunan Kerajaan Banten. Setelah mendapat perintah ayahnya tersebut, Hasanuddin kemudian shalat dan bermunajat kepada Allah agar diberi petunjuk tentang tanah untuk mendirikan kerajaan. Konon, setelah berdoa, secara spontan air laut yang berada di sekitarnya tersibak dan menjadi daratan. Di lokasi itulah kemudian Hasanuddin mulai mendirikan Kerajaan Banten beserta sarana pendukung lainnya, seperti masjid, alun-alun, dan pasar. Perpaduan empat hal: istana, masjid, alun-alun, dan pasar merupakan ciri tradisi kerajaan islam di masa lalu.

B. Keistimewaan

Keunikan arsitektur Masjid Agung Banten terlihat pada rancangan atap masjid yang beratap susun lima, yang mirip dengan pagoda Cina. Masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Pulau Jawa ini desainnya dirancang dan dikerjakan oleh Raden Sepat. Ia adalah seorang ahli perancang bangunan dari Majapahit yang sudah berpengalaman menangani pembangunan masjid, seperti Demak dan Cirebon. Pengembangan Masjid Agung Banten juga melibatkan seorang arsitek dari Cina yang bernama Tjek Ban Tjut terutama pada bagian tangga masjid. Karena jasanya itulah Tjek Ban Tjut kemudian diberi gelar Pangeran Adiguna.

Kemudian pada tahun 1620 M, semasa kekuasaan Sultan Haji, datanglah Hendrik Lucaz Cardeel ke Banten, ia seorang perancang bangunan dari Belanda yang melarikan diri dari Batavia dan berniat masuk Islam. Kepada sultan ia menyatakan kesiapannya untuk turut serta membangun kelengkapan Masjid Agung Banten, yaitu menara masjid serta bangunan tiyamah yang berfungsi untuk tempat musyawarah dan kajian-kajian keagamaan. Hal ini dilakukan sebagai wujud keseriusannya untuk masuk Islam. Karena jasanya tersebut, Cardeel kemudian mendapat gelar Pangeran Wiraguna.

Menara masjid terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, dengan diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, pengunjung harus melewati 83 buah anak tangga dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Menara ini dibangun oleh Hendrik Lucaz Cardeel. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km. Pada zaman dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, bangunan ini juga berfungsi sebagai menara pandang ke lepas pantai. Menara ini juga digunakan oleh masyarakat Banten untuk menyimpan senjata pada masa pendudukan Belanda.

Sementara di sebelah selatan masjid, terdapat bangunan yang disebut tiyamah, bangunan ini juga merupakan karya Cardeel. Selain itu, pada bagian depan masjid terdapat alat pengukur waktu shalat yang berbentuk lingkaran, dengan bagian atas berbentuk seperti kubah. Pada bagian atas kubahnya ditancapkan kawat berbentuk lidi. Melalui bayangan dari kawat itulah dapat diketahui kapan waktu shalat tiba.

Keunikan lainnya nampak pada umpak dari batu andesit yang berbentuk labu dengan ukuran besar. Umpak batu ini terdapat di setiap dasar tiang masjid, pendopo, dan kolam untuk wudhu. Umpak besar seperti ini tidak terdapat di masjid-masjid lain di Pulau Jawa, kecuali di bekas reruntuhan masjid Kesultanan Mataram di daerah Plered, Bantul, Yogyakarta. Begitu pula dengan bentuk mimbar yang besar dan antik, tempat imam yang berbentuk kecil, sempit, dan sederhana juga menunjukkan kekhasan masjid ini.

Di serambi kiri masjid ini terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin dengan permaisurinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Kahhar (Sultan Haji). Sementara di serambi kanan, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin, Sultan Abdul Fattah, Pangeran Aria, Sultan Mukhyi, Sultan Abdul Mufakhir, Sultan Zainul Arifin, Sultan Zainul Asikin, Sultan Syarifuddin, Ratu Salamah, Ratu latifah, dan Ratu Masmudah.

C. Lokasi

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Propinsi Banten, Indonesia.

D. Akses

Masjid Agung Banten berada sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Pengunjung dapat menuju lokasi dengan kendaraan pribadi atau naik bus. Dari Terminal Pakupatan, Serang, Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan bus jurusan Banten Lama dengan tarif Rp 4.000 atau dapat juga mencarter angkot dengan biaya sekitar Rp 40.000 (Juni 2008). Perjalanan dari Terminal Pakupatan, Serang, menuju ke lokasi masjid memerlukan waktu sekitar setengah jam.

E. Harga Tiket

Memasuki kawasan obyek wisata Masjid Agung Banten tidak dipungut biaya. Namun, apabila memasuki tempat-tempat seperti menara, tempat wudhu, dan kompleks makam sultan, pengunjung diwajibkan membayar rata-rata Rp 1.000 (Juni 2008).

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di sekitar masjid ini terdapat penginapan, warung telekomunikasi, dan warung yang menjual aneka jajanan. Selain itu, banyak kios yang menjual perlengkapan sholat, tasbih, kaset rohani, VCD musik, pakaian dewasa dan anak-anak, serta cenderamata suku asli Banten, yaitu suku Baduy.


Tinggalkan komentar

DAFTAR LOSMEN TERDEKAT DARI MANGGA 2 JAKARTA


Dear my fellow guide,

Bila kita bertugas ke Jakarta dan kota kota lainnya sering kita mengalami masalah tidak mendapatkan FOC ROOM di hotel yg dituju, maka kita biasanya mencari cari info keberadaan hotel2 budget/losmen/homestay yg paling dekat ke hotel dimana tamu kita menginap. Biasanya info yang paling reliable adalah menayakan kpd security hotel tapi tak jarang juga mereka bilang ” Tahu” yg maknanya benar benar tidak tahu. Cara ke2 bisa nanya sopir taxi tapi yg ini mesti hati2 jika tidak uang kita habis terkuras krn dibawa muter muter, malah setelah dihitung2 harganya sama dengan hotel tempat tamu menginap. Cara ke 3 menanyakan kpd rekan guide yg tinggal di kota tersebut (utk itulah kita mesti memiliki koleksi nomor2 guide di berbagai kota). dan yang terakhir nih baca di sini nih.

 

• BAHAGIA
Jl. Kebahagiaan No.63
Telp. 33 5112
• CAPITAL GUEST HOUSE
Jl. Toko Tiga Seberang 27
Telp. : 629 6864
Fax. : 629 5920
• CITRA GROGOL, PONDOK
Jl. Daan Mogot No.111
Telp. : 567 0518
• DAAN JAYA
Jl. Daan Mogot No.63
Telp. : 566 2209
Fax. : 566 0230
• FORTUNA
Jl. Pancoran No.42
Telp. : 690 7459
Fax. : 629 4594
• GERBANG UTAMA
Jl. Arjuna Utara No.7
Telp. : 565 9431
Fax. : 565 9434
• GROGOL INN
Jl. Daan Mogot, Gg Macan No.5
Telp. : 568 1434
• HARLAND
Jl. K.S. Tubun I / 1
Telp. : 565 5825
• HARMONI
Jl. Mangga Besar Raya 42 L
Telp. : 626 2389
• KAFILA
Jl. Sukarjo Wiryopranoto 45 A – B
Telp. : 626 1047
• MANGGA BESAR
Jl. Mangga Brsar Raya No.68 BC
Telp. : 639 1010
Fax. : 639 1515
• MELATI INDAH
Jl. Tiang Bendera No.67 Roa Malaka
Telp. : 691 0708
Fax. : 691 0707
• MG HOTEL
Jl. Mangga Besar Raya No.38 A
Telp. : 659 2949
Fax. : 601 2688
• NIAGARA
Jl. Pasar Pagi I No.20
Telp. : 690 4803
Fax. : 692 5387
• PERMAI
Jl. Mangga Besar Raya 24
Telp. : 628 2520
Fax. : 624 1533
• PERMATA I
Jl. Mangga Besar Raya 22
Telp. : 639 7518
Fax. : 629 7449
• PERMATA II
JL. Sukarjo Wiryopranoto No.5
Telp. : 628 8989
Fax. : 628 8979
• PETAMBURAN HOTEL II
Jl. KS. Tubun No. 10 A
Telp. : 563 2222, 563 8633
Fax. : 563 8634
Email : alia@alia-hotel.com
• PINANGSIA
Jl. Pinangsia I No.55
Telp. : 624 6478
Fax. : 624 4726
• PINTU BESAR
Jl. Pintu Besar Selatan No.42
Telp. : 626 3659
Fax. : 626 3667
• .PRINSEN
Jl. Mangga Besar Raya 103
Telp. : 624 8075
Fax. : 629 6658
• RIAU LANCANG KUNING, WISMA
Jl. Salak Raya No.23
Telp. : 567 0238
• ROYAL REGAL
Jl. Mangga Besar VII No. 25 – 27
Telp. : 626 0868
Fax. : 659 7984
• SAFARI
Jl. Mangga Besar VII / 15
Telp. : 624 8586
• SINGAPURA, LOSMEN
Jl. Perniagaan Timur 12
Telp. : 690 3082
• SURABAYA PERMAI
Jl. Perniagaan No.46
Telp. : 690 7323
Fax. : 629 2841
• SURYA KENCANA
Jl. Mangga Besar VIII No. 80 E – F
Telp. : 628 6737
• TAMANSARI
Jl. Taman sari VI / 14 B
Telp. : 629 0273
• TRANS MANGGA DUA
Jl. Mangga Dua Raya 22
Telp. : 690 6428
Fax. : 690 5333
• TRANSIT TOMANG
Jl. Kedoya Raya
Telp. : 580 2127


47 Komentar

DAFTAR WISMA DI BANDUNG


Daftar Wisma Bandung

The Kartifah
Jl. Ir. H. Juanda No. 319 Bandung 40135
P: +62 22 2504237
E:
Puma
Jl. Cihampelas No. 153 Bandung 40142
P: +62 22 2032081
E:
Wisma Taruna
Jl. Lengkong Besar No. 64 Bandung 40261
P: +62 22 4237343
E:
Cihampelas 2
Jl. Cihampelas No. 222 Bandung 40131
P: +62 22 2035374
E:
GKPRI Lengkong
Jl. Lengkong Besar No. 4 Bandung 40261
P: +62 22 70823618
E:
Gothic
Jl. Cijawura Girang / Jl. Soekarno Hatta Bandung 40286
P: +62 22
E:
My 3 Guest House
Jl. Maulana Yusuf No. 3 Bandung 40115
P: +62 22
E:
Benua
Jl. Pelajar Pejuang 45 No.109 Bandung 40264
P: +62 22 7321708
E:
Puspa Kencana
Jl. Siliwangi No. 10 Bandung 40135
P: +62 22
E:
Puri Tomat
Jl. Ir. H. Juanda No. 420 Bandung 40135
P: +62 22 2501746
E:
Padasuka
Jl. Dr. Setiabudhi No. 426-428 Bandung 40143
P: +62 22 2016559
E:
Hadiats Hotel
Jl. Setraria RT. 07/03 Bandung 40
P: +62 22 2005870
E:
Lebak Gunung Indah
Jl. Dr. Setiabudhi No. 418 Bandung 40143
P: +62 22 2013515
E:
Citra
Jl. Cibadak No. 177 Bandung 40181
P: +62 22 6031652
E:
Lingga
Jl. Soekarno Hatta No. 464 Bandung 40233
P: +62 22 7562981
E:
Bumi Asih Jaya
Jl. Soekarno Hatta No. 452 A Bandung 40233
P: +62 22 7508151; 7508152
E:
Bukit Dago Millenium
Jl. Ir. H. Juanda No. 331 Bandung 40135
P: +62 22 2505943; 2504244
E:
Internasional
Jl. Veteran No. 32 Bandung 40112
P: +62 22 4237469
E:
Achino
Jl. Moch. Ramdhan Bandung 40253
P: +62 22 5229966
E:
Edelweiss
Jl. Sukajadi No. 206 Bandung 40161
P: +62 22 2032369
E:
Nirmala
Jl. Cipaganti No 150 Bandung 40131
P: +62 22 2031318
E:
Cihampelas I
Jl. Cihampelas No. 240 Bandung 40142
P: +62 22 2033425; 2037281
E:
Puri Gardenia
Jl. Dipatiukur No. 30 Bandung 40132
P: +62 22 2501221
E:
Gandasari
Jl. Seram No. 3 Bandung 40115
P: +62 22 4200517
E:
Karmila / Tiara Griya Priangan, PT.
Jl. Ir. H. Juanda No. 32 Bandung 40135
P: +62 22 4206778
E:
Kenangan
Jl. Kebon Sirih No. 4 Bandung 40117
P: +62 22 4213244
E: ptsweng@bdg.centrin.net.id
Lebak Gunung Permai
Jl. Dr. Setiabudhi No. 414 Bandung 40143
P: +62 22 2010960
E:
Setiabudhi Indah
Jl. Dr. Setiabudhi No. 226 Bandung 40143
P: +62 22 2011528
E:
Rumah Teras
Jl. Cigadung Raya Barat 9 A Bdg Bandung 40
P: +62 22
E:
Barito Shinta
Jl. Supratman No. 23 Bandung 40121
P: +62 22 7217765
E:
Progo
Jl. Progo No. 6 Bandung 40115
P: +62 22 4206249
E:
Kartika / Tiara Griya Priangan, PT
Jl. R. E. Martadinata No. 144 A Bandung 40113
P: +62 22 7271670
E:
Puri Audie
Jl. Sirna Galih No. 9 Bandung 40193
P: +62 22 2032039
E:
Chrisanta
Jl. Pasteur No. 35 Bandung 40171
P: +62 22 4237733
E:
Arwiga & Convention / Arwiga, CV
Jl. Sederhana No. 53 Bandung 40161
P: +62 22 2039992
E: arwigahotel@plasa.com
Selekta Permai
Jl. Pasirkaliki No. 86 Bandung 40171
P: +62 22 4232279
E:
Gucci
Jl. Pasirkaliki No. 53 Bandung 40172
P: +62 22 6015053
E:
Pilatus House
Jl. Gegerkalong Hilir No. 119 Bandung 40153
P: +62 22 2014215
E:
Setiabudhi Guest
Jl. Setiabudhi No. 191 Bandung 40153
P: +62 22 2012716
E:
Caryota
Jl. Sukajadi No. 169 Bandung 40162
P: +62 22 2032581
E:
ILOS
Jl. Babakan Jeruk III No. 37-39 Bandung 40163
P: +62 22 2020764
E:
Serena
Jl. Marjuk No. 6 Bandung 40171
P: +62 22 4207850
E:
Permata Indah
Jl. Pasirkaliki No. 90 Bandung 40171
P: +62 22 4205996
E:
Metro
Jl. Soekarno Hatta No. 673 Bandung 40234
P: +62 22 7314387
E:
Puri Setiabudhi Apartemen
Jl. Dr. Setiabudhi No. 378 Bandung 40143
P: +62 22 2001285
E: purisa@indosat.net.id
Jelita Parahyangan
Jl. Pasirkaliki No. 61 Bandung 40172
P: +62 22 6031133
E:
Harmony Inn I
Jl. Talaga Bodas No. 23 Bandung 40262
P: +62 22 7317757
E: harmony@bdg.centrin.net.id
Rinjani I
Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 92A Bandung 40264
P: +62 22 7305339; 7305340
E:
Narapati Indah
Jl. Pelajar Pejuang 45 Bandung 40263
P: +62 22 7303376
E:
Casa D’Ladera
Jl. Dr. Setiabudhi No. 224 Bandung 40143
P: +62 22 2012491; 2007202
E:
Marala
Jl. Pel. Pejuang 45 No. 114 Bandung 40264
P: +62 22 7307716
E:
Nyland II
Jl. Dr. Junjunan No. 125 Bandung 40161
P: +62 22 6040705
E:
Pajajaran
Jl. Pajajaran No. 141 Bandung 40173
P: +62 22 6018923
E:
Ponty
Jl. Dr. Setiabudhi No. 276 Bandung 40143
P: +62 22 2018788; 2011879
E:
Graha Sartika
Jl. Pel. Pejuang 45 No. 42 Bandung 40263
P: +62 22 7312516
E:
Bumi Kitri Pramuka
Jl. Cikutra No. 276A Bandung 40124
P: +62 22 7216912
E:
Corsica
Jl. Supratman No. 43 A Bandung 40121
P: +62 22 7271363
E:
Kanira
Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 10 Bandung 40263
P: +62 22 7316328
E:
Samudra
Jl. Cihampelas No. 274 Bandung 40142
P: +62 22 2035043
E:
The Terminal
Jl. Dr. Setiabudhi No. 300 Bandung 40143
P: +62 22
E:
Cassadua
Jl. Cassa No. 2 Bandung 40
P: +62 22
E:
Flores Gallery
Jl. Flores No. 7 Bandung 40115
P: +62 22 4202073
E:
Puri Arina
Jl. Babakan Jeruk II No. 21 Bdg Bandung 40163
P: +62 22
E:
Trocadero
Jl. Wastukaencana No. Bandung 40117
P: +62 22 4230193
E:
Puri Larasati
Jl. Kanayakan Blok A No 43 Bandung 40135
P: +62 22 2533482
E:
Pangarang Sari
Jl. Pangarang No. 3 Bandung 40261
P: +62 22 4204205
E:
Setiabudhi
Jl. Setiabudhi No. 337B Bandung 40143
P: +62 22 2014053
E:
Anda
Jl. Kembang Sepatu No. 12 Bandung 40273
P: +62 22 7301676
E:
Brajawijaya
Jl. Pungkur No. 28 Bandung 40252
P: +62 22 4203673
E:
Bali Indah
Jl. BKR No. 75 Bandung 40254
P: +62 22 5200191
E:
Dewi Sartika
Jl. Dewi Sartika No. 18 Bandung 40251
P: +62 22 4231190
E: hdsbandung@yahoo.com
Arsallya
Jl. Talaga Bodas No. 19 Bandung 40262
P: +62 22 7301189
E:
Sepuluh I
Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 89 Bandung 40263
P: +62 22 7303097
E:
Astik
Jl. Pagarsih No. 191 Bandung 40231
P: +62 22 6021418
E:
Gurame
Jl. Gurame No 7 Bandung 40262
P: +62 22 7301676
E: guramehotel@hotmail.com
Arlya / CV. Arlya Panca Bhakti
Jl. Citra Raya No. 39 Bandung 40282
P: +62 22 7218216
E:
Catellya II
Jl. Cipaku Indah III/1 Bandung 40143
P: +62 22 2010577
E:
Sabang
Jl. Sabang No. 101 Bandung 40114
P: +62 22 4241634
E:
Bali
Jl. Lengkong Besar No. 145 Bandung 40251
P: +62 22 4207206
E:
Augusta
Jl. Surapati No. 203 Bandung 40123
P: +62 22 2507491
E:
Pondok Burangrang
Jl. Lodaya No. 9 Bandung
P: +62 22 7300485
E:
Sanira
Jl. Supratman No. 37 Bandung 40121
P: +62 22 7208480
E:
Larosa
Jl. Naripan No. 84 Bandung 40112
P: +62 22 4205062
E:
Tidar
Jl. Gatot Subroto No. 44 Bandung 40262
P: +62 22 7306933
E:
Embong
Jl. Embong No. 9 Bandung 40112
P: +62 22 4230526
E:
Maju
Jl. R. E. Martdinata No. 94 Bandung 40114
P: +62 022 4205423
E:
Gandapura
Jl. R.E. Martadinata No. 120 Bandung 40113
P: +62 22 7231200
E:
Gania Plaza
Jl. Veteran No. 30 Bandung 40112
P: +62 022 4206557
E:
Seriti Guest House
Jl. Hegarmanah No. 11 Bandung 40141
P: +62 22 2041682
E:
Wisma Asri
Jl. Merak No. 5 Bandung 40133
P: +62 22 4521717
E:
Retanata Home Stay
Jl. Hegarbudi No. 85 Bandung 40141
P: +62 22 2038494; 70806338
E:
Giri Elok
Jl. Dr. Setiabudhi Bo. 430 Bandung 40143
P: +62 22 2010895
E:
Setia Indah
Jl. Dr. Setiabudhi No. 337 Bandung 40154
P: +62 22 2010144
E:
Paniisan Endah
Jl. Sukajadi No. 202 Bandung 40161
P: +62 22 2032095
E:
Wisma Pertamina
Jl. Sawunggaling No. 14 Bandung 40116
P: +62 22 4231897
E:
Mulia Qolbu Sekawan
Jl. Gegerkalong Gorang No. 24 Bandung 40153
P: +62 22 2005105
E:
Villa Rossan
Jl. Sersan Bajuri No. 99 Bandung 40
P: +62 22 2019020
E:
Sukamulya
Jl. PDAM no.7 Bandung 40163
P: +62 22 2011821; 2105409
E:
Puri Cipaganti
Jl. Cipaganti No. 92 Bandung 40131
P: +62 22 2005105
E:
Wisma Setra Sari
Jl. Prof. Surya Somantri No. 10 Bandung 40164
P: +62 22
E:
Surabaya
Jl. Kebon Jati No. 71-73 Bandung 40181
P: +62 22 4236791
E:
Anugrah
Jl. Padasaluyu No. 18 Bandung 40154
P: +62 22 2016370
E:
Family II
Jl. Pasirkaliki No. 83 Bandung 40172
P: +62 22 6016603
E:
Nugraha
Jl. Moch. Mesri No. 11 Bandung 40171
P: +62 22 4236146
E:
Palem
Jl. Blk. Pasar No. 117 Bandung 40181
P: +62 22 4236277
E:
Wisma Dago
Jl. Ciungwanara No. 16 Bandung 40135
P: +62 22 4234267
E:
Ardellia
Jl. Emong No. 17 Bandung 40262
P: +62 22
E:
Wisma Parahyangan
Jl. LMU. Nurtanio No. 79-81 Bandung 40183
P: +62 22 6034134
E:
Gegerkalong Asri
Jl. Gegerkalong Hilir No. 126 Bandung 40153
P: +62 22 2004663
E:
Mayangsari
Jl. Setiabudhi No. 341 Bandung 40154
P: +62 22 2011604
E:
Mustika
Jl. Dr. Setiabudhi No. 341 Bandung 40154
P: +62 22
E:
Balai Perguruan Putri
Jl. Kartini No. 10 Bandung 40112
P: +62 22 4237805
E:
Rorompok Noor Busana
Jl. R. E. Martadinata No. 25 Bandung 40115
P: +62 22
E:
Penginapan Sampoerna
Jl. Pangarang II/1 Bandung 40261
P: +62 22 4210543
E:
Parakan Wangi / PKPRI
Jl. Parakan Wangi No. 7 Bandung 40295
P: +62 22 7508124
E:
Losmen Leuwi Panjang
Jl. Leuwipanjang No. 150F Bandung 40234
P: +62 85220155467
E:
Supratman Youth Hostel
Jl. Supratman No. 102 Bandung 40122
P: +62 22 7273204
E: supratman@jad.telkom.net.id
Arimbi Dewi Sartika
Jl. Dewi Sartika Blk. No. 108 Bandung
P: +62 22
E:
Griya Indah
Jl. Moch. Iskat No. 21 Bandung 40171
P: +62 22 4204263
E:
Puspa Nugraha
Jl. Pasar Sadang Serang No. 2 Bandung 40133
P: +62 22 70802225
E:
Hurip Jaya Abadi
Jl. Brantas No. 2 Bandung 40114
P: +62 22 7273252
E:
Pondok Wisata Juanda
Jl. Ir. H. Juanda No. 448 Bandung 40135
P: +62 22 2503768
E:
Arimbi Losmen
Jl. Stasion Selatan No. 5 Bandung 40171
P: +62 22 4202734
E:
Cibodas Indah
Jl. Dr. Setiabudhi No. 420 Bandung 40143
P: +62 22 2015427
E:
Pangarang Indah
Jl. Pangarang No. 20 Bandung 40261
P: +62 22 4234353
E:
OBC Guest House
Jl. Rancabentang No. Bandung 40142
P: +62 22 2030915
E:
Neglasari
Jl. Banceuy No. 3 Bandung 40111
P: +62 22 4236812
E:
Rumah Mahoni
Jl. UNPAR II No. 16 Bandung 40164
P: +62 22
E:
Cianjur
Jl. Pungkur No. 60 Bandung 40252
P: +62 22 5200382
E:
Rumah Bandung Inn
Jl. Surapati No. 37 Bandung 40132
P: +62 22 2508016
E:
Arimbi II
Gg. Asep No. 60/19 Bandung 40252
P: +62 22 5205900
E:
Sartika Sari
Jl. Dewi Sartika No. 27 Bandung Bandung 40251
P: +62 22
E:
Bungsu
Jl. Veteran No. 24 Bandung 40112
P: +62 22 4232097
E:
Patradisa I
Jl. Moch. Iskat No. 8 Bandung 40171
P: +62 22 4206680
E: zep-patradisa2@yahoo.com
Puri Cengkeh
Jl. Gegerkalong Hilir No. Bandung 40153
P: +62 22 2014198
E:
Gemilang
Jl. Surya Sumantri No. 10 Bandung 40164
P: +62 22 2015003
E:
Wisma Nusa Indah
Jl. Lodaya No. 95 Bandung 40263
P: +62 22 7300505
E:
Sepuluh II
Jl. Buah Batu No. 18 Bandung 40196
P: +62 22 7306153
E:
Mekar Jaya / Peng. Puma
Jl. Jakarta No. 1 Bandung 40281
P: +62 22 7205573
E:
Kurnia I
Jl. Karapitan No. 81 Bandung 40262
P: +62 22 7305205
E:
Pondok Kurnia
Jl. Cijagra No. 110 Bandung 40196
P: +62 22 7321396
E:
Wisma Cilaki
Jl. Cilaki No. 4 Bandung 40114
P: +62 22 7271909
E:
GKPRI
Jl. Dalem Kaum No. 140 Bandung 40251
P: +62 22 2034566
E:
Arimbi I
Jl. Stasion Selatan No. 23 B Bandung 40171
P: +62 22 4206596
E:
Mawar
Jl. Pangarang No. 14 Bandung 40261
P: +62 22 4204934
E:
Wisma Harapan Indah
Jl. Gatot Subroto No. 45 B Bandung 40262
P: +62 22 7308561
E:
Putra
Jl. Asmita No. 9 Bandung 40252
P: +62 22 5201459
E:
Debby Indah
Jl. Malabar No. 2 Bandung 40262
P: +62 22 7303622
E:
Nandya
Jl. Pangarang No. 1 Bandung 40261
P: +62 22 4204738
E:
Garut
Jl. Bengawan No. 11 Bandung 40114
P: +62 22 7271185
E:
Wisma Patradisa
Jl. Wastukancana No. 7A Bandung 40117
P: +62 22
E:
Pelangi Indah Not Classified/Tidak Terklasifikasi
Jl. Pasirkaliki No. 84 Bandung 40171
P: +62 22 4235451
E:


4 Komentar

JADWAL PIKET ANGGOTA HPI BANDUNG


NO MINGGU I

1 IRENE YUSUF
2 NELSON N.D
3 IWAN RISWAN
4 SONYA JAMES
5 VICTOR N.L
6 HERMAN R
7 AHMADI
8 SRI UTAMI
9 INDRI P.L
10 TRIMULYANAH
11 CUCU SUTIANA
12 IWAN SUWANDA
13 TITOAPRILLYANTO
14 SODIKIN K
15 WELLY B
16 DANIEL G.N
17 AGAH SURYADI
18 AGUS CHOZIN
19 HENDRIK
20 CAECILIA A
21 YETTY K
22 BINTANG IRAWAN
23 TRI HERLINA

NO MINGGU II

1 MARCUS C
2 SONJA IRMA
3 HANS KORDA
4 NANCY K
5 JANE KAPITAN
6 BUDI TRIONO
7 SUTANDI
8 IWAN PARMAL S
9 DANNY VALENTINO
10 SUSILOWATI
11 RONI SUGANDI
12 SUBHAN GOTI
13 SRI HANANTO
14 ENDY SUKRISNO
15 RICKY S. SYAFEI
16 BUDI BAHARI
17 SAHAT S
18 ARIEF M.T
19 ASEP KARMAWAN
20 WORO NUR F
21 HESTI R.E
22 NADIA SEBA
23 DACHLERL

NO MINGGU III

1 SURYADI
2 SONY HERMAN S
3 M. JAFAR S
4 GWENDOLINE K
5 JACK R
6 ANTON J.F.F
7 HENDRA KUMAR
8 DADANG R
9 SHINTA Y
10 REGINA N.A.S
11 SUPRIATNA AMIE
12 NURBAETI S
13 ELLIN S
14 A.S.AHDI N
15 IIM ALI I
16 WURYANTI
17 BANGBANG S
18 EMPONG K
19 HADI
20 SARIMAN
21 LINDA R.IW.P
22 TITI RIYANTI

NO MINGGU IV

1 JOYCE M.B
2 FREDERICK A
3 A.A IWAND
4 ASEP BUDIMAN
5 HARRY S
6 SRI SUMIATI
7 ALBERT W
8 MUMUH S.B
9 SLAMET ARIF A
10 OKA GURNITA
11 IIS SUTRESNA K
12 WIDYANA BASUKI
13 YENDRA
14 DANIEL ASHARI
15 ERICK KURNIAWAN
16 FERDI R.A
17 PUTNOMO
18 MADE
19 MAXILIAAN V.Y
20 SAHIDIN A
21 LINA CAROLINA
22 DEDEN L

NB: SEKRETARIAT BUKA DARI SENIN – JUMAT JAM 09.00 -16.00
SABTU JAM 09.00 -14.00

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.